Tangsel Dikepung Banjir Akibat Hujan Lebat Sejak Sore, 10 Titik Terendam dan Ratusan KK Terdampak
TANGSEL, iNewsTangsel - Kota Tangerang Selatan kini dalam kondisi siaga setelah hujan dengan intensitas lebat mengguyur wilayah tersebut sejak Senin sore hingga memicu banjir di 10 titik strategis. Fenomena alam ini menyebabkan ratusan kepala keluarga terjebak di dalam rumah dengan ketinggian air yang merangkak naik secara drastis.
Ketinggian muka air di beberapa lokasi terpantau sangat bervariasi mulai dari genangan ringan setinggi 15 sentimeter hingga luapan air yang mencapai satu meter. Kawasan Kecamatan Ciputat Timur menjadi wilayah yang paling terdampak parah dengan jumlah korban terdampak yang terus meningkat hingga malam hari.
Komandan Pleton Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan, mengonfirmasi bahwa laporan bencana mulai membanjiri pusat panggilan sejak pukul 16.00 WIB. "Dari hasil pendataan sementara, total ada sepuluh titik genangan dan banjir dengan dampak mencapai ratusan kepala keluarga," ujar Dian dalam keterangan resminya, dikutip Senin (4/5/2026).
Perumahan Pondok Hijau di Kelurahan Pisangan mencatat dampak yang sangat besar dengan sekitar 400 kepala keluarga yang kini rumahnya terendam air hingga 80 sentimeter. Selain itu, akses jalan warga di wilayah tersebut juga dilaporkan putus total sehingga menghambat mobilitas masyarakat yang baru pulang beraktivitas.
Kondisi yang lebih mencekam terjadi di Kampung Tembok Bolong, Rempoa, di mana tim pencari dan penolong mencatat ketinggian air telah menembus angka 100 sentimeter. Sebanyak 185 KK di lokasi tersebut harus berjuang menyelamatkan harta benda mereka dari terjangan air bah yang datang secara tiba-tiba.
Warga di Jalan Flamboyan Adiraga juga tidak luput dari bencana setelah luapan air mencapai satu meter dan mengisolasi sedikitnya 60 kepala keluarga di pemukiman mereka. Beberapa titik vital lain seperti Jalan Raya Ceger dan Jurangmangu Permai juga dilaporkan lumpuh akibat genangan air yang menutup badan jalan.
Tim BPBD Kota Tangsel bersama unsur terkait telah diterjunkan ke titik-titik lokasi banjir untuk melakukan penanganan darurat serta memantau pergerakan debit air. "Kami terus melakukan monitoring dan siap melakukan evakuasi jika diperlukan oleh masyarakat yang terjebak," tegas Dian.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh masyarakat yang tinggal di zona rawan banjir untuk tetap waspada dan segera mengungsi jika curah hujan kembali meningkat. Langkah antisipasi dini sangat diperlukan guna menghindari jatuhnya korban jiwa di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih mengintai wilayah Tangerang Selatan.
Editor : Aris