Banjir dan Longsor Terjang Tangsel, Ribuan Warga Terdampak
CIPUTAT, iNewsTangsel — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sejak siang hari memicu bencana banjir dan longsor di sejumlah titik.
Peristiwa ini tidak hanya merendam permukiman warga, tetapi juga mengganggu akses jalan hingga menyebabkan kerusakan bangunan, Sabtu (4/4/2026).
Berdasarkan data terbaru hingga pukul 19.45 WIB, lebih dari seribu kepala keluarga (KK) terdampak banjir yang tersebar di Kecamatan Pamulang, Serpong, dan Setu. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 20 sentimeter hingga hampir mencapai 1 meter di beberapa lokasi.
Sekretaris BPBD Kota Tangerang Selatan, Essa Nugraha, menjelaskan bahwa genangan cukup parah terjadi di kawasan Pamulang, khususnya di wilayah BPI Pamulang Timur.
Di lokasi tersebut, ketinggian air sempat mencapai 90 sentimeter dan hingga kini masih menyisakan genangan sekitar 40 sentimeter.
“Sementara di Jalan Akasia dan Perumahan Lembah Pinus, air masih menggenang dengan ketinggian yang signifikan, sehingga aktivitas warga terganggu,” ujar Essa Nugraha dalam keterangan tertulisnya.
Banjir juga melanda sejumlah kawasan di Serpong, di antaranya Serpong Terrace, Green Harmoni, dan Taman Crisyan 2 BSD. Meski beberapa titik mulai menunjukkan tanda-tanda surut, genangan air masih bertahan di sejumlah lingkungan permukiman.
Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Setu, tepatnya di Perumahan Citra Prima 2. Di wilayah ini, genangan air dilaporkan masih bertahan dengan ketinggian mencapai 95 sentimeter di titik terdalam.
Di tengah situasi banjir yang belum sepenuhnya surut, ancaman lain muncul berupa tanah longsor di beberapa wilayah. Di kawasan Muncul, Kecamatan Setu, longsor dilaporkan terjadi di sejumlah titik dan menyebabkan akses jalan warga terputus.
Selain itu, kerusakan bangunan juga dilaporkan terjadi, mulai dari tembok roboh hingga rumah yang terdampak langsung material longsoran. Longsor juga terjadi di wilayah Buaran, Pamulang Timur, serta di Jalan Amarta, Pondok Benda.
“Di Perumahan Villa Dago Tol, Ciater, longsor menyebabkan akses jalan tertutup dan material tanah dilaporkan menimpa rumah warga,” ungkap Essa.
Akibat kondisi tersebut, mobilitas warga di sejumlah titik terganggu dan membutuhkan penanganan cepat dari pihak terkait. Hingga malam hari, petugas masih melakukan pemantauan serta penanganan di lokasi terdampak.
Masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor, mengingat potensi cuaca ekstrem masih berlanjut dalam beberapa waktu ke depan.
Editor : Aris