Geger! Buaya Putih Misterius Muncul di Sungai Cisadane Tangerang, BPBD Beri Peringatan Keras
KOTA TANGERANG, iNewsTangsel - Masyarakat di kawasan Kedaung Wetan, Neglasari, baru saja digemparkan oleh kemunculan seekor buaya putih berukuran besar yang menampakkan diri di bantaran Sungai Cisadane. Video penampakan predator tersebut mendadak viral di media sosial setelah warga merekam momen saat sang buaya sedang asyik berjemur di pinggir aliran sungai.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mengonfirmasi bahwa fenomena langka ini benar-benar terjadi pada pertengahan pekan ini. Meski sempat membuat geger, petugas menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan terbaru mengenai kemunculan kembali hewan tersebut di lokasi yang sama.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S Rahman, menyebutkan bahwa peristiwa mendebarkan itu terekam oleh warga pada Rabu lalu.
"Benar, kejadiannya dua hari lalu dan sejauh ini belum ada informasi bahwa buaya tersebut terlihat muncul lagi," ujar Andia pada Jumat (8/5/2026).
Menurut analisis awal, kemunculan buaya di area tersebut tergolong tidak biasa karena umumnya predator ini lebih banyak menghuni kawasan muara sungai. Berdasarkan koordinasi dengan komunitas pencinta reptil, buaya putih yang terlihat itu diduga kuat merupakan jenis buaya muara yang sedang berpindah tempat.
"Harusnya tidak banyak muncul di sini kecuali di muara, dan menurut rekan pencinta reptil, itu memang jenis buaya muara," jelas Andia.
Ia menduga faktor lingkungan atau arus air mungkin menjadi penyebab buaya tersebut bisa sampai ke area pemukiman warga di Neglasari.
Menyikapi hal ini, tim dari BPBD Kota Tangerang telah diterjunkan langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan serta memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar. Petugas meminta warga agar tidak gegabah melakukan tindakan yang bisa memprovokasi hewan liar tersebut karena dapat membahayakan keselamatan jiwa.
Dalam video edukasi yang disebarkan, petugas menekankan agar warga membiarkan buaya tersebut kembali ke habitatnya secara alami tanpa adanya kekerasan. "Kalau ada, jangan diapa-apain, biarkan saja nanti juga kembali ke dalam air, jangan ditimpuk," tegasnya.
Pihak berwenang akan terus memantau pergerakan air dan potensi munculnya kembali predator tersebut guna mengantisipasi konflik antara manusia dan satwa. Warga di sepanjang aliran Sungai Cisadane diminta tetap waspada namun tidak perlu panik secara berlebihan selama tidak melakukan kontak langsung dengan hewan tersebut.
Editor : Aris