Pojok Baca dan Edukasi Keuangan Dorong Literasi Pelajar
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Data Programme for International Student Assessment (PISA) 2022, kemampuan membaca siswa Indonesia berada di peringkat ke-63 dari 81 negara dengan skor 359, masih di bawah rata-rata negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Upaya meningkatkan literasi membaca dan pemahaman keuangan bagi generasi muda terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif di lingkungan sekolah maupun perguruan tinggi.
Salah satunya, dilakukan PT Kredit Utama Fintech Indonesia (RupiahCepat) melalui program tanggung jawab sosial perusahaan GROW with RupiahCepat, menyediakan fasilitas pojok baca di SD Muhammadiyah Worawari, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.
"Pojok baca tersebut dilengkapi rak dan buku bacaan untuk mendukung budaya literasi di sekolah. Diharapkan pojok baca ini dapat menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan serta mendorong budaya membaca di lingkungan sekolah," kata Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia, Anna Maria Chosani, Sabtu (9/5/2026).
Ia menjelaskan, literasi membaca merupakan fondasi penting dalam membentuk kemampuan berpikir dan memahami informasi. Karena membangun kebiasaan membaca sejak dini merupakan langkah penting dalam membentuk generasi yang lebih kritis dan mampu memahami berbagai informasi dengan baik.
"Sehingga siswa memiliki akses yang lebih luas terhadap bahan bacaan yang bermanfaat. Selain itu, bisa meningkatkan kemampuan membaca, berpikir kritis," ujar Anna.
Anna menambahkan, selain penguatan literasi membaca, kegiatan tersebut juga diisi edukasi sederhana mengenai pengelolaan keuangan untuk anak-anak. Materi disampaikan melalui pendekatan interaktif seperti video edukasi, diskusi, dan permainan mengenai pentingnya menabung serta membedakan kebutuhan dan keinginan.
"Edukasi literasi keuangan juga diberikan kepada mahasiswa melalui program “Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” yang digelar di Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta dan diikuti ratusan mahasiswa. Materi yang didapat mengenai pengelolaan keuangan pribadi, penyusunan anggaran sederhana, serta pemanfaatan layanan keuangan digital secara bijak dan produktif," tutup Anna.
Editor : Elva Setyaningrum