Devisa Ratusan Triliun Lari karena WNI Berobat ke Malaysia, Ini Alasannya
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Tren warga Indonesia berobat ke luar negeri terus dimanfaatkan pelaku industri kesehatan regional. Salah satunya jaringan rumah sakit Malaysia, IHH Healthcare, yang menghadirkan layanan medis berbasis kenyamanan pasien Indonesia melalui pendekatan budaya dan komunikasi.
Dalam ajang Malaysia Healthcare Expo 2026 di Jakarta, perusahaan tersebut menegaskan strategi baru: menjadikan pengalaman pasien sebagai daya tarik utama, bukan sekadar teknologi medis.
Perwakilan IHH Malaysia, Khairul Anuar Yusof, mengatakan sejak 2018 promosi wisata medis mendapat respons kuat dari pasar Indonesia. Kedekatan geografis, kemudahan akses, hingga kesamaan budaya menjadi faktor dominan.
“Pendekatan layanan kami tidak hanya soal pengobatan, tapi juga kenyamanan pasien Indonesia selama proses perawatan,” ujarnya, Minggu (10/5/2026).
Data internal menunjukkan, dari sekitar 1 juta pasien yang ditangani jaringan rumah sakit IHH di Malaysia setiap tahun, sekitar 300 ribu berasal dari Indonesia. Angka ini terus meningkat seiring kebutuhan layanan spesialis dan second opinion.
Country Manager IHH Malaysia Indoteam, Candrati Sukardji, menyebut mayoritas pasien Indonesia datang untuk penanganan penyakit serius seperti kanker, jantung, hingga gangguan autoimun dan pencernaan.
Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, IHH menghadirkan fasilitas international patient center dengan staf berbahasa Indonesia, layanan administrasi terpadu, hingga pendampingan selama pengobatan.
Di sisi lain, meningkatnya jumlah pasien Indonesia ke luar negeri masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah. Estimasi menunjukkan 1–2 juta warga Indonesia berobat ke luar negeri setiap tahun, dengan potensi devisa yang keluar mencapai Rp160 triliun hingga Rp180 triliun.
Fenomena ini tidak hanya dipicu faktor teknologi medis, tetapi juga kepercayaan terhadap diagnosis, kecepatan layanan, serta pengalaman pasien yang dinilai lebih nyaman dan efisien dibandingkan di dalam negeri.
Sejumlah pengamat menilai, jika tidak segera dibenahi, kualitas layanan dan sistem antrean di fasilitas kesehatan Indonesia dapat terus mendorong masyarakat mencari alternatif pengobatan ke luar negeri.
Editor : Hasiholan Siahaan