Alarm Bahaya bagi Ibu Hamil! Dokter Sarankan Ini untuk Tekan Angka Kematian Akibat Preeklampsia
JAKARTA, iNewsTangsel - Kasus preeklampsia hingga kini masih menjadi ancaman serius yang berkontribusi besar terhadap tingginya angka kematian ibu dan bayi di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi medis yang ditandai dengan tekanan darah tinggi ini sering kali terlambat ditangani akibat minimnya pemahaman masyarakat mengenai gejala awal yang muncul.
Secara global, gangguan kehamilan ini dilaporkan telah merenggut lebih dari 70.000 nyawa ibu dan menyebabkan sekitar 500.000 kematian janin setiap tahunnya. Di tanah air sendiri, prevalensi preeklampsia diperkirakan mencapai rentang 5% hingga 10% dari total jumlah kehamilan yang terjadi.
Dokter dari Rumah Sakit Siloam Semarang, dr. Deviana Ogilve, menegaskan bahwa pemeriksaan rutin merupakan kunci utama dalam menyelamatkan nyawa ibu dan buah hati. Menurutnya, gejala seperti pembengkakan tubuh dan gangguan penglihatan sering kali diabaikan oleh para ibu hamil karena dianggap sebagai keluhan biasa.
“Dengan deteksi dini, risiko komplikasi bagi ibu dan bayi dapat ditekan secara signifikan melalui penanganan medis yang tepat,” ujar dr. Deviana, dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
Dokter Deviana menekankan bahwa pola hidup sehat dan pemantauan tekanan darah secara mandiri harus menjadi prioritas selama masa kehamilan berlangsung.
Guna mendukung peningkatan kesadaran ini, Holywings Peduli bersama Livehouse Semarang menggelar aksi sosial berupa seminar edukasi dan layanan pemeriksaan kesehatan secara cuma-cuma. Warga mendapatkan akses pengecekan gula darah, kolesterol, hingga konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional untuk mendeteksi risiko penyakit sejak dini.
Komisaris Utama Holywings Group, Andrew Susanto, menyatakan bahwa inisiatif ini adalah bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat ketahanan kesehatan nasional. Selain memberikan edukasi, pihak penyelenggara juga menyalurkan bantuan fisik berupa kursi roda dan tabung oksigen untuk menunjang fasilitas kesehatan di lingkungan sekitar.
Lurah Tanjung Mas, Sony Yudha Putra Pradana, memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi sektor swasta dalam memperhatikan kesehatan ibu hamil di wilayahnya. Kehadiran bantuan sarana prasarana untuk Posyandu diharapkan mampu mengoptimalkan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat kelas menengah ke bawah.
Seorang peserta seminar bernama Niken (34) mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini karena mendapatkan wawasan baru mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan. Melalui sinergi yang kuat antara tenaga medis dan masyarakat, diharapkan angka komplikasi akibat preeklampsia di Indonesia dapat terus menurun secara drastis.
Editor: Aris