Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 700.000 Kasus Serangan Jantung per Tahun, Heart Festival 2026 Dorong Pencegahan
Advertisement . Scroll to see content

Dokter Kembangkan Terapi Sel Punca untuk Pemulihan Pasien Penyakit Jantung

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:17 WIB
  • author Elva
Dokter Kembangkan Terapi Sel Punca untuk Pemulihan Pasien Penyakit Jantung
Dr. dr. Dede Moeswir bersama para penguji usai sidang terbuka promosi doktoralnya di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jakarta. Foto: Elva/iNewsTangsel

‎Ia menjelaskan, fokus penelitian diarahkan pada pasien infark miokard akut dengan elevasi segmen ST (IMA STE) yang telah menjalani intervensi koroner perkutan primer atau tindakan membuka sumbatan pembuluh darah jantung menggunakan kateter dan pemasangan stent.

‎“Tindakan membuka kembali aliran darah memang menjadi terapi utama untuk menyelamatkan pasien serangan jantung. Namun, sebagian pasien tetap berisiko mengalami kerusakan otot jantung akibat cedera reperfusi, peradangan, hingga gagal jantung meski telah mendapatkan penanganan optimal,” imbuhnya.

‎Dalam penelitian tersebut, sel punca diproduksi dan dimanfaatkan karena memiliki kemampuan berdiferensiasi atau berubah menjadi sel tertentu, termasuk sel otot jantung. Terapi ini diharapkan dapat membantu memperbaiki kerusakan jaringan jantung akibat serangan jantung akut.

‎“Dengan pemberian terapi sel punca mesenkimal, diharapkan kerusakan otot jantung dapat dikurangi sehingga fungsi pompa jantung pasien membaik,” ujarnya.

‎Ia mengakui hasil penelitian menunjukkan terapi sel punca belum dapat memberikan perbaikan optimal dalam waktu singkat. Pasalnya, proses pembentukan sel otot jantung baru membutuhkan waktu yang panjang sehingga penelitian lanjutan dengan masa pemantauan lebih lama masih diperlukan.

‎“Kami berharap terapi ini dapat membantu mengurangi ukuran kerusakan otot jantung dan memperbaiki fungsi pompa jantung pasien di masa depan,” tutup dr. Dede.

Editor: Elva Setyaningrum

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut