Rayakan 18 Tahun Berkarya, Afgan Siapkan 30 Lagu di Konser RETROSPEKTIF
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Afgan menyiapkan konser tunggal bertajuk “RETROSPEKTIF: The Concert” yang akan digelar di Plenary Hall Jakarta Convention Center (JCC) pada 18 Juli 2026, dengan konsep berbeda: megah namun tetap intim.
Alih-alih sekadar perayaan karier, konser ini dirancang sebagai perjalanan emosional yang merangkum fase hidup dan musikalitas Afgan selama hampir dua dekade. Ia menekankan perubahan terbesar yang ingin ditampilkan adalah kedewasaan dalam bermusik serta kepercayaan diri saat berinteraksi dengan penonton.
“Sekarang di panggung lebih luwes dan rileks. Dulu mungkin lebih malu, sekarang lebih menikmati. Konser ini akan terasa lebih personal meski dikemas besar,” ujarnya di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu (16/5/2026).
Mengusung konsep retrospektif, Afgan akan membawakan sekitar 30 lagu dari total puluhan karya yang telah ia rilis sejak awal karier. Lagu-lagu tersebut akan dikemas dalam format medley dan mash-up untuk menjaga alur cerita tetap utuh, sekaligus menghadirkan pengalaman layaknya membaca jurnal pribadinya.
Proses kurasi lagu menjadi tantangan tersendiri. Afgan mengaku sempat mengajukan hampir 50 lagu kepada komposer Erwin Gutawa sebelum akhirnya dipilih sekitar 30 lagu yang dianggap paling merepresentasikan perjalanan kariernya.
Selain itu, konser ini juga akan menghadirkan nuansa orkestra penuh, termasuk untuk lagu-lagu dari era eksplorasi bahasa Inggris dan genre R&B miliknya. Penyesuaian aransemen dilakukan agar seluruh repertoar tetap selaras dalam satu konsep musikal.
Afgan juga membocorkan akan ada penampilan spesial duet dengan penyanyi idolanya, meski identitasnya masih dirahasiakan. Penampilan tersebut akan dikemas dalam bentuk medley yang dirancang seperti komposisi lagu baru.
Dari sisi kreatif, Erwin Gutawa menyebut tantangan utama bukan pada teknis, melainkan menyatukan emosi dari tiap lagu agar menjadi satu pertunjukan yang utuh. Ia menilai karakter vokal Afgan sangat cocok dengan pendekatan orkestra. “Orkestra bukan sekadar pengiring, tapi bagian dari performer. Kami ingin menciptakan pengalaman yang membekas,” kata Erwin.
Sementara itu, pihak promotor Seven Star mengungkapkan konser ini awalnya dirancang dalam skala kecil. Namun, melihat panjangnya perjalanan karier Afgan, konsep tersebut berkembang menjadi pertunjukan besar.
Head Creative Saptoto Prasetyo menyebut konser ini berpotensi menjadi salah satu pertunjukan musik terbesar tahun ini, didukung katalog lagu Afgan yang luas dan kuat secara emosional.
Konser “RETROSPEKTIF” diharapkan menjadi momentum penting, tidak hanya sebagai kilas balik perjalanan Afgan, tetapi juga pijakan menuju fase berikutnya dalam karier bermusiknya.
Editor : Hasiholan Siahaan