get app
inews
Aa Text
Read Next : Kuasa Hukum Sayangkan Penghentian Penyelidikan Kasus Dugaan Pencurian

Lonjakan Distribusi Bisnis Tingkatkan Pertumbuhan Pengiriman Jarak Jauh

Kamis, 28 Mei 2026 | 15:40 WIB
header img
Salah satu jsa pengiriman logistik muatan besar hingga luar kota. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsTangsel.id -Meningkatnya kebutuhan distribusi barang yang cepat dan fleksibel mendorong pertumbuhan layanan logistik jarak jauh di Indonesia. Kondisi tersebut terlihat dari kenaikan permintaan platform logistik on-demand, Lalamove yang mencatat pertumbuhan pengiriman jarak jauh sebesar 47 persen secara tahunan pada periode Januari–April 2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

‎"Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya kebutuhan distribusi cepat di kawasan penyangga kota besar dan pusat ekonomi, terutama di tengah berkembangnya aktivitas perdagangan serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)," kata Managing Director Lalamove Indonesia, Andito B. Prakoso, Kamis (28/5/2026).

‎Menurutnya, tren pengiriman saat ini tidak lagi didominasi kebutuhan dalam kota, melainkan mulai berkembang ke distribusi lintas wilayah dengan pola operasional yang lebih fleksibel. Bahkan, kini pelaku usaha cenderung memilih layanan logistik berbasis aplikasi untuk menekan biaya operasional tanpa harus menambah armada sendiri.

‎"Pertumbuhan pengiriman jarak jauh menunjukkan kebutuhan logistik kini semakin berkembang. Makanya, kami ingin terus menjadi mitra logistik yang dapat membantu pelaku usaha berkembang melalui solusi pengiriman yang fleksibel dan mudah diakses,” ujar Andito.

‎Dia menjelaskan, data perusahaannya menunjukkan mayoritas pengiriman jarak jauh berada pada rentang 50–80 kilometer dengan kontribusi sebesar 78 persen dari total pengiriman. Sementara pengiriman sejauh 80–100 kilometer menyumbang 9 persen dan pengiriman di atas 100 kilometer mencapai 13 persen.

‎"Adapun jalur distribusi yang paling aktif meliputi Jakarta–Kota Tangerang, Jakarta–Cikarang, dan Jakarta–Bandung. Tingginya aktivitas pada rute tersebut menunjukkan semakin kuatnya konektivitas distribusi antara pusat ekonomi dengan wilayah penyangga industri dan perdagangan," terangngnya.

‎Untuk mendukung kebutuhan distribusi, lanjut dia, perusahaannya menyediakan berbagai jenis armada mulai dari sedan, van, hingga pickup bak. Berdasarkan data, pickup bak menjadi armada yang paling banyak digunakan untuk pengiriman jarak jauh dengan kontribusi 27 persen, disusul van sebesar 22 persen dan sedan 21 persen.

‎"Sektor retail dan wholesale tercatat menjadi pengguna terbesar layanan pengiriman jarak jauh. Tren ini menunjukkan perubahan pola bisnis yang semakin bergantung pada distribusi cepat dan efisien untuk menjaga rantai pasok barang," imbuhnya.

‎Salah satu pengguna layanan, Angga, pengusaha distributor makanan dan kebutuhan rumah tangga di Bekasi, mengaku, sejak tahun 2022 melakukan pengiriman ke berbagai seller online setiap hari menggunakan jasa logistik ini untuk bisnis dan membantu menekan biaya operasional.

‎“Di jam berapapun saya butuh pengiriman, jasa logistik ini selalu ada baik itu dalam kota hingga pengiriman ke Bandung. Dengan jasa ini, urusan operasional lebih praktis hanya cukup mengeluarkan biaya pengiriman dan tol, dengan berbagai jenis kendaraan," paparnya. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut