Pastikan Kelayakan Konsumsi, Penyaluran Hewan Kurban Iduladha 1447 H Lewati Kurasi Ketat
JAKARTA, iNewsTangsel - Perayaan Iduladha 1447 Hijriah menumbuhkan aksi solidaritas yang masif di berbagai wilayah di kawasan Jabotabek dan Jawa Barat. Salah satu yang menarik perhatian masyarakat adalah saat elemen korporasi, pamong praja, dan masyarakat bahu-membuhu dan berkolaborasi untuk menyukseskan agenda perayaan Hari Raya Iduladha tahun ini.
Penyaluran logistik hewan kurban dalam kegiatan berbagi yang dilakukan Holywings Group melalui program sosial Holywings Peduli di sejumlah wilayah Jabotabek dan Jawa dirancang dengan metode jemput bola guna menghindari kerumunan massal. Langkah tersebut terbukti efektif dalam menjaga ketertiban umum sekaligus memastikan bantuan pangan tersebut mendarat tepat sasaran di tangan kaum duafa.
"Melalui momentum Idul Adha, kami ingin menanamkan nilai kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama," ujar Andrew Susanto, Ketua Program Holywings Peduli, dalam keterangannya, Kamis (28/5/2026).
Andrew menambahkan bahwa tahun ini lebih dari 55 ekor hewan kurban disalurkan dan dipastikan telah melewati kurasi ketat tim medis veteriner agar higienis dan layak konsumsi. Pihak penyelenggara menerapkan standardisasi batasan umur biologis yang ketat bagi setiap mamalia yang akan disembelih oleh panitia lokal. Langkah kuratif ini diambil guna menjamin aspek keabsahan spiritual sekaligus memberikan rasa aman yang optimal bagi para penerima manfaat daging.
"Kami memastikan hewan kurban yang disalurkan berada dalam kondisi sehat dan sesuai syarat kurban, sehingga masyarakat dapat menerima manfaat dengan aman dan nyaman," tegas Andrew.
Antusiasme warga semakin berlipat ganda mengingat kuota bantuan pangan yang diturunkan ke pemukiman mereka mengalami peningkatan signifikan dibanding musim lalu. Respons positif dan apresiasi datang dari tingkat kelurahan yang turut mengawal jalannya proses bongkar muat ternak. Kehadiran stimulus sosial dari pihak swasta dinilai sangat membantu meringankan beban pemenuhan gizi protein hewani masyarakat pascapandemi.
"Bantuan hewan kurban ini tentunya sangat berarti bagi warga dan menjadi bentuk sinergi positif," ungkap Lurah Senayan Jakarta Selatan, Siti Fauziah Ghozali. Pihak kelurahan berharap pola kemitraan strategis ini dapat direplikasi oleh sektor industri lain guna menjaga stabilitas ketahanan pangan lokal.
Suasana hangat penuh keakraban juga dirasakan oleh para kepala keluarga di kawasan sub-urban yang menjadi titik episentrum pembagian daging. Warga mengaku terharu karena di tengah himpitan ekonomi makro, kepedulian kolektif dari berbagai pihak di luar lingkungan mereka masih terjaga kuat.
Keberhasilan aksi gotong royong lintas sektor ini menjadi bukti sahih bahwa sekat-sekat sosial dapat diredam melalui manajemen empati yang terintegrasi dengan baik.
Editor: Aris