Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Nilai Transaksi Tembus Rp2,2 Triliun, Inabuyer 2026 Perluas Pasar UMKM
Advertisement . Scroll to see content

Banyak UMKM Tumbuh di Atas Kertas, Pakar Ungkap Jebakan Metrik Semu Pelaku Bisnis

Kamis, 17 September 2026 | 22:33 WIB
  • author Aries
Banyak UMKM Tumbuh di Atas Kertas, Pakar Ungkap Jebakan Metrik Semu Pelaku Bisnis
Banyak UMKM tampak tumbuh di atas kertas namun bocor di tengah jalan. [Foto: ist]

JAKARTA, iNewsTangsel – Tren pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang terus memikat perhatian publik sering kali menyimpan celah kelemahan di balik megahnya angka penjualan harian. Banyak pelaku usaha terjebak pada capaian metrik semu di dashboard penjualan, sementara keuntungan bersih yang masuk ke rekening justru mengalami kebocoran.

Pengamat Ekonomi Mikro sekaligus Founder sekaligus CEO Hubaku Group, Rudy Kurniawan, menilai keberhasilan usaha seharusnya diukur dari profitabilitas riil, bukan sekadar nilai transaksi bruto atau efisiensi iklan. ROAS (Return on Ad Spend), yakni metrik pemasaran digital yang mengukur jumlah pendapatan (revenue) yang dihasilkan dari setiap rupiah biaya yang dikeluarkan menurut Rudy harus diperhatikan.

"ROAS tinggi biasanya bukan tanda efisiensi puncak, melainkan tanda bisnis itu kurang dikembangkan, sebab yang masuk ke rekening pemilik bisnis adalah profit," ungkap Rudy, dalam keterangannya, Kamis (17/9/2026).

Kesalahan paling umum yang kerap dilakukan pelaku usaha adalah meningkatkan anggaran promosi sebelum memperbaiki fondasi tampilan serta performa toko. Strategi pemasaran digital yang dijalankan tanpa optimasi tampilan produk, ulasan konsumen, serta kalkulasi margin hanya akan mempercepat potensi kerugian usaha.

Rudy menegaskan bahwa promosi berbayar pada dasarnya berfungsi memperbesar kondisi operasional bisnis yang sudah berjalan di lapangan. "Jika fondasinya kuat, promosi mempercepat pertumbuhan, namun jika lemah, promosi justru mempercepat kerugian finansial," tegas Rudy saat memberikan pandangannya.

Guna mengatasi potensi kebocoran anggaran tersebut, pendekatan modern menggabungkan kekuatan analitik data, kecerdasan buatan, serta kejelian strategi manusia secara presisi. Dalam hal ini, perusahaan yang menaungi dua brand spesialis, Hubaku Commerce untuk manajemen marketplace Shopee dan Affiliads untuk performance media di Meta, TikTok, serta SnackVideo, memanfaatkan teknologi akurat untuk mempercepat pengolahan data harian, sementara keputusan eksekusi bisnis tetap mengandalkan penilaian rasional.

Skema pengembangan usaha dinilai ideal jika dilakukan secara bertahap, mulai dari penataan konsistensi penjualan di platform pasar digital hingga pembentukan kanal mandiri. Setelah angka konversi terbukti stabil dan menguntungkan dari bulan ke bulan, penarikan lalu lintas pengunjung dari luar platform baru layak dieksekusi.

"UMKM yang menang ke depan adalah yang memperlakukan profit sebagai ukuran keberhasilan, memakai AI untuk mempercepat, dan tetap mengandalkan penilaian manusia untuk keputusan penting. Teknologi akan makin canggih, tapi disiplin pada angka yang benar tetap menjadi pembeda," demikian Rudy. 

Editor: Aris

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut