Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jalan Rawa Buntu Serpong Terapkan Uji Coba U-Turn, Ini Dua Lokasinya
Advertisement . Scroll to see content

Perizinan Bangunan Accola Sports Centre di Tangsel Jadi Sorotan, Wali Kota Diminta Turun Tangan

Jum'at, 05 Juni 2026 | 00:10 WIB
  • author Doni Marhendo
Perizinan Bangunan Accola Sports Centre di Tangsel Jadi Sorotan, Wali Kota Diminta Turun Tangan
Proyek kawasan olahraga dan gaya hidup modern yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 1,4 hektare itu diduga tetap berjalan meski belum berizin. [Foto: Doni]

SERPONG, iNewsTangsel – Polemik pembangunan Accola Sports Centre milik PT DMS Laguna di Jalan Al Hikmah, Kampung Maruga RT 03 RW 08, Kelurahan Ciater, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), terus menjadi perhatian masyarakat, Rabu (3/6/2026). 

Proyek kawasan olahraga dan gaya hidup modern yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 1,4 hektare itu diduga tetap berjalan meski perizinannya disebut belum sepenuhnya rampung. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan dan tata kelola perizinan bangunan di Kota Tangerang Selatan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, aktivitas pembangunan masih berlangsung. Sejumlah pekerja terlihat melakukan pekerjaan konstruksi, sementara kendaraan proyek hilir mudik memasuki area pembangunan.

Situasi tersebut memicu berbagai pertanyaan di kalangan warga. Mereka mempertanyakan mengapa pembangunan masih dapat berjalan apabila seluruh dokumen perizinan belum dinyatakan lengkap.

“Kalau memang izinnya belum lengkap, kenapa pembangunan masih bisa berjalan? Ini yang membuat warga bertanya-tanya. Jangan sampai aturan hanya berlaku untuk masyarakat kecil,” ujar RB, warga sekitar.

Accola Sports Centre sebelumnya diperkenalkan sebagai kawasan olahraga modern yang akan dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari lapangan padel, mini soccer, pusat kebugaran (gym), lintasan lari (running track), hingga area komersial berupa kafe dan ruang komunitas.

Namun di balik rencana pembangunan tersebut, sejumlah warga menilai terdapat persoalan yang perlu dijelaskan secara terbuka kepada masyarakat, terutama terkait legalitas pembangunan dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Selain aspek perizinan, warga juga mulai menyoroti potensi dampak lingkungan dan sosial yang dapat muncul akibat pembangunan di tengah kawasan permukiman. Aktivitas kendaraan proyek yang keluar masuk setiap hari disebut mulai memengaruhi kenyamanan lingkungan sekitar.

“Jangan sampai masyarakat hanya menerima dampaknya. Kalau memang semua sudah sesuai aturan, pemerintah harus terbuka menjelaskan kepada warga,” kata Usuf, warga lainnya.

Sorotan turut mengarah kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) serta Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Kota Tangerang Selatan. Hingga saat ini, belum ada penjelasan resmi yang disampaikan kepada publik terkait status perizinan proyek tersebut.

Minimnya informasi dari instansi terkait dinilai berpotensi menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Transparansi dinilai menjadi hal penting untuk menghindari munculnya dugaan adanya perlakuan khusus terhadap proyek tertentu.

Karena itu, sejumlah warga meminta Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, turun tangan secara langsung untuk memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Mereka menilai kepala daerah perlu melakukan evaluasi terhadap mekanisme pengawasan perizinan agar tidak muncul persepsi bahwa proyek berskala besar dapat berjalan sebelum seluruh persyaratan administrasi dipenuhi.

“Jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah menurun karena persoalan seperti ini. Wali Kota harus turun tangan dan memastikan semua berjalan sesuai aturan,” tegas Usuf.

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa PT DMS Laguna menargetkan Accola Sports Centre mulai beroperasi pada September 2026 dan menjadi salah satu pusat olahraga modern di Tangerang Selatan.

Namun sebelum resmi beroperasi, proyek tersebut kini menghadapi sorotan publik yang menuntut adanya transparansi terkait proses perizinan serta ketegasan pemerintah daerah dalam menegakkan aturan tanpa pandang bulu.

Diketahui, persoalan tersebut juga telah disampaikan kepada Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie. Namun hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi yang disampaikan terkait polemik yang berkembang di masyarakat.

Warga berharap pemerintah segera memberikan penjelasan yang jelas dan terbuka agar tidak muncul persepsi negatif mengenai proses perizinan pembangunan di Tangerang Selatan. Menurut mereka, transparansi dan kepastian hukum menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.

Editor: Aris

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut