Rekor Baru Industri Tambang: Catat 42 Juta Jam Kerja Aman dan Zero Fatality Selama Tiga Tahun
JAKARTA, iNewsTangsel - Disiplin penerapan keselamatan kerja di sektor industri berat kini tidak lagi sekadar menjadi slogan pelengkap administrasi melainkan indikator utama keandalan operasional korporasi. Sebuah pencapaian krusial baru saja dibukukan oleh pelaku industri jasa pengerukan mineral yang berhasil menekan risiko kecelakaan fatal hingga titik terendah.
Keberhasilan dalam menjaga keselamatan ratusan buruh di lapangan ini berbanding lurus dengan komitmen investasi jangka panjang pada aspek pemutakhiran teknologi proteksi dini. Selain berfokus pada perlindungan tenaga kerja, korporasi juga diwajibkan memberikan kontribusi nyata bagi kelestarian lingkungan dan kemandirian ekonomi warga sekitar wilayah konsesi.
"Kami percaya bahwa pertumbuhan bisnis hanya bermakna jika dibangun di atas fondasi keselamatan yang aman dan bertanggungjawab," ujar Direktur PT Cipta Kridatama, Roni Setyawan, dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).
Roni menegaskan bahwa tidak ada toleransi sekecil apa pun dalam hal standardisasi proteksi kerja karena keselamatan adalah hak mutlak bagi setiap individu di area proyek. Catatan positif performa lini perlindungan ini dibuktikan lewat akumulasi puluhan juta jam kerja tanpa adanya korban jiwa selama beberapa periode berturut-turut. Kondisi ideal tersebut dicapai berkat integrasi sistem manajemen internasional yang mengawal ketat setiap pergerakan alat berat di lokasi kerja Sumatra dan Kalimantan.
"Setiap insan yang bekerja di area tambang harus pulang dengan selamat ke keluarganya," tambah Roni.
Penerapan teknologi pengereman otomatis berbasis pendeteksi kelelahan operator menjadi salah satu pilar utama dalam meminimalkan potensi kelalaian manusia di jalur logistik. Berkat keberhasilan dalam mengelola keselamatan dan keberlanjutan di wilayah operasinya, PT Cipta Kridatama (CK) meraih Gold Winner kategori Keselamatan Operasi Pertambangan pada Indonesia Mining Services Award (IMSA) 2026 yang diselenggarakan Asosiasi Jasa Pertambangan Indonesia (ASPINDO). Dalam momentum berbeda, anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM) ini juga membawa pulang predikat TOP CSR Awards 2026 Star 3 atas kiprah program tanggung jawab sosial yang dinilai berdampak nyata bagi masyarakat.
Perusahaan ini juga memperkuat sektor sumber daya manusia melalui pelatihan kompetensi terstruktur guna memastikan seluruh pengawas lapangan mengantongi sertifikasi profesi resmi. Langkah preventif ini terbukti efektif menjaga angka frekuensi insiden kerja tetap berada jauh di bawah ambang batas toleransi yang ditetapkan asosiasi industri.
Di sisi lain, program tanggung jawab sosial kemasyarakatan diwujudkan lewat inovasi pembuatan formula penyubur tanah alami demi membantu sektor agraria lokal. Pemanfaatan limbah ramah lingkungan tersebut dirancang untuk memperbaiki struktur hara sekaligus memangkas kebergantungan para petani terhadap komoditas kimia buatan.
Sinergi antara standar perlindungan nyawa yang ketat dan pemberdayaan komunitas dinilai menjadi kunci utama dalam menciptakan iklim industri ekstraktif yang berkelanjutan. Model tata kelola berbasis kemanusiaan ini diharapkan dapat menjadi rujukan baku bagi pemegang izin usaha pertambangan lainnya di seluruh tanah air.
Editor : Aris