get app
inews
Aa Text
Read Next : HUT ke-499 Jakarta, Rano Karno Dorong Hotel Angkat Wisata Budaya Betawi

Solo Bidik Wisata Wellness Lewat Festival Suaraga 2026

Selasa, 09 Juni 2026 | 19:54 WIB
header img
Festival ini menjadi titik awal membangun destinasi keseimbangan hidup yang tetap berakar pada budaya, namun relevan dengan generasi urban. Foto ist

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Festival Suaraga yang akan digelar pada 4–5 Juli 2026 di Taman Balekambang, Solo, menjadi langkah strategis dalam memperkuat positioning Solo sebagai destinasi wellness berbasis budaya. Kolaborasi Boss Creator, MADHAUS, dan Vindes menghadirkan konsep festival lintas sektor yang menggabungkan musik, komunitas, dan pengalaman kota.

Director of Boss Creator, Riandika Winandatama, mengatakan Suaraga dirancang sebagai ruang yang menghubungkan budaya dengan gaya hidup modern sekaligus memperkenalkan Solo sebagai The Wellness City of Java.

“Melalui Suaraga, kami ingin menunjukkan bahwa Solo memiliki energi budaya dan kreativitas yang kuat. Festival ini menjadi titik awal untuk membangun destinasi keseimbangan hidup yang tetap berakar pada budaya, namun relevan dengan generasi urban,” ujarnya, Selasa (9/6/2026).

Menurut Riandika, keterlibatan UMKM, komunitas kreatif, hingga pelaku kuliner menjadi bagian penting dalam menciptakan dampak nyata bagi ekosistem lokal.

Sementara itu, Co-Founder & Chief Business Officer Vindes, Laksamana Satrio AP, menekankan bahwa Suaraga bukan sekadar festival hiburan. “Suaraga bukan hanya tentang membuat festival, tetapi menghadirkan ruang yang hangat dan dekat dengan keseharian. Kami ingin orang bisa menikmati musik, budaya, dan komunitas sekaligus kembali terkoneksi dengan dirinya sendiri,” katanya.

Dari sisi pelaksana, COO MADHAUS, Suherman Soemardi, menyebut Suaraga sebagai ruang yang menggabungkan berbagai elemen dalam satu pengalaman yang menyeluruh.

“Kami menghadirkan aktivitas wellness dan community activation seperti Mlaku Santai dan Pit-Pitan agar pengalaman yang dirasakan dekat dengan kehidupan masyarakat Solo, namun tetap relevan dengan gaya hidup saat ini,” jelasnya.

Dukungan juga datang dari Pemerintah Kota Solo. Wali Kota Solo, Respati Achmad Ardianto, menilai konsep Java Wellness yang diangkat Suaraga sejalan dengan identitas kota.

“Solo memiliki akar budaya yang kuat dalam praktik wellness. Melalui Suaraga, kami ingin mengangkat hal tersebut sebagai bagian dari identitas kota sekaligus mendukung perkembangan industri kreatif dan komunitas lokal,” ujarnya.

Selain menghadirkan hiburan, Suaraga juga menyajikan diskusi komunitas bersama Vincent Rompies dan Soleh Solihun, serta memperkuat pengalaman kota melalui instalasi artistik dan desain kawasan di Jalan Slamet Riyadi.

Perwakilan Balai Suka, Arthur, menyebut pendekatan kolaboratif menjadi kunci dalam membangun ruang kreatif yang inklusif. “Kami berharap Suaraga dapat membuka lebih banyak ruang kolaborasi dan mendorong masyarakat untuk kembali terhubung dengan kota, budaya, dan komunitasnya,” katanya.

Melalui konsep yang mengintegrasikan budaya, kreativitas, dan gaya hidup, Suaraga tidak hanya menjadi agenda festival, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun citra Solo sebagai kota yang relevan, inklusif, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

Editor : Hasiholan Siahaan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut