Cegah Kebakaran Berulang, Pengelolaan TPA Jatiwaringin Terapkan Teknologi
TANGERANG, iNewsTangsel.id -Berbagai upaya dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang untuk memperkuat upaya perlindungan lingkungan dengan membenahi sistem pengelolaan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin pascakebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu. Berbagai langkah disiapkan, mulai dari pemanfaatan teknologi pendeteksi titik panas (drone thermal) hingga perubahan metode pengelolaan sampah menjadi sanitary landfill.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang Ujad Sudrajat mengatakan, pihaknya akan mengadakan drone thermal untuk mendeteksi titik panas yang tersembunyi di dalam timbunan sampah. Teknologi tersebut diharapkan mampu menjadi sistem peringatan dini agar potensi kebakaran dapat segera ditangani sebelum meluas.
"Area TPA sangat luas sehingga tidak mungkin hanya mengandalkan pengamatan secara kasat mata. Ke depan kami akan menggunakan drone thermal untuk melihat titik-titik panas yang berpotensi memicu kebakaran," ujar Ujad, Selasa (14/7/2026).
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan menambah infrastruktur pendukung berupa dua tandon air berkapasitas 5.000 liter serta beberapa tandon berkapasitas 1.500 hingga 2.000 liter. Fasilitas tersebut disiapkan agar proses pemadaman dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi kebakaran.
"Untuk jangka panjang, kami akan mengubah sistem pengelolaan TPA Jatiwaringin dari open dumping menjadi sanitary landfill. Metode ini lebih ramah lingkungan karena mampu mengurangi risiko kebakaran, mengendalikan pencemaran, dan meningkatkan pengelolaan timbunan sampah," terangnya.
Ia menjelaskan, sebagai bagian dari sistem tersebut, timbunan sampah akan ditutup menggunakan lapisan geomembran. Material ini berfungsi menekan pelepasan gas metana ke atmosfer.
"Sehingga dapat mencegah masuknya air hujan ke dalam timbunan sampah yang dapat menghasilkan lindi, serta mengurangi potensi penyebaran mikroplastik ke lingkungan sekitar," imbuh Ujad.
Menurutnya, penerapan sanitary landfill membutuhkan anggaran yang besar mengingat luas TPA Jatiwaringin mencapai sekitar 33 hektare. Karena itu, pembenahan akan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan area yang dinilai paling berisiko.
"Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mencegah kebakaran berulang, tetapi juga memperkuat pengelolaan sampah yang lebih aman, berkelanjutan, dan mampu mengurangi dampak lingkungan di Kabupaten Tangerang," tutupnya.
Editor : Elva Setyaningrum