get app
inews
Aa Text
Read Next : Riset Pertanian Berbasis AI Jadi Pemulihan Lahan dan Ketahanan Pangan

‎Teknologi Fungisida, Jaga Stabilitas Produksi Beras di Karawang

Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:55 WIB
header img
Petani mengikuti edukasi perlindungan tanaman padi. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Upaya menjaga produktivitas sektor pertanian di tengah berbagai tantangan mendorong pelaku industri agribisnis menghadirkan inovasi perlindungan tanaman. Salah satunya dilakukan Syngenta Indonesia yang meluncurkan Miravis Duo untuk padi di Learning Development Center (LDC) yang berada di Karawang, Jawa Barat.

‎"Teknologi fungisida inovatif ini hadir sebagai solusi perlindungan tanaman yang lebih efektif, sekaligus memperkuat peran Karawang sebagai salah satu sentra produksi padi terbesar di Indonesia," kata Presiden Direktur Syngenta Indonesia, Eryanto, Jumat (12/6/2026).

‎Dia menjelaskan, Karawang dikenal sebagai lumbung padi nasional, dengan produksi mencapai 1,194,711 ton Gabah Kering Giling (GKG) pada 2025. Sehingga menjadikannya produsen terbesar kedua di Jawa Barat setelah Indramayu. Meski produktivitas rata-rata berada di kisaran 5,9–6 ton/ha, beberapa kecamatan dengan sistem irigasi teknis dan varietas unggul mampu mencapai hasil optimal hingga 7–8 ton/ha.

‎"Namun, keberlanjutan produksi padi di Karawang masihmenghadapi tantangan serius, mulai dari alih fungsi lahan, iklim ekstrem yang sulit diprediksi, hingga serangan organisme pengganggu tanaman (OPT). Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi hasil panen dan pendapatan petani," terangnya.

‎Menurutnya, produk ini memberikan perlindungan konsisten terhadap penyakit padi, menghasilkan gabah sehat berkilau, serta menjaga daun bendera lebih hijau dan bersih. Perlindungan hingga 14 hari setelah aplikasi, bahkan di bawah kondisi cuaca yang tidak menentu. Sehingga bisa menjadi solusi yang relevan bagi petani Karawang.

‎"Inovasi teknologi pertanian diperlukan untuk membantu petani menjaga produktivitas dan kualitas hasil panen di tengah perubahan kondisi budidaya yang semakin kompleks. Karena peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada benih dan irigasi, tapi juga pada perlindungan tanaman yang mampu menekan risiko kehilangan hasil akibat penyakit," imbuhnya.

‎Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Karawang, Rohman menyebut daerahnya memiliki sekitar 99 ribu hektare lahan pertanian, dengan sekitar 86 ribu hektare di antaranya masuk kategori Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

‎"Pemanfaatan teknologi pertanian dapat menjadi salah satu faktor pendukung untuk menjaga stabilitas produksi padi, terutama ketika sektor pertanian menghadapi tekanan akibat perubahan iklim dan penyusutan lahan produktif. Apalagi saat ini kondisi padi di Karawang sedang bagus, baik dari sisi harga maupun produksi," tutupnya. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut