Dua Nafas, Kisah Nenek dan Cucu yang Siap Menguras Air Mata Penonton
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Di tengah maraknya film horor yang mendominasi bioskop Indonesia, film drama keluarga Dua Nafas hadir sebagai alternatif tontonan dengan kisah emosional tentang hubungan nenek dan cucu.
Film produksi PT Sunrise Pictures Indonesia bersama Syakir Film dan Anypearl Film ini disutradarai Hasto Broto dan diproduseri sekaligus dibintangi Syakir Daulay. Berdurasi 1 jam 33 menit, film ini diadaptasi dari kisah nyata asal Korea Selatan yang telah disesuaikan dengan budaya Indonesia.
Sutradara Hasto Broto mengatakan, Dua Nafas mengangkat cerita yang dekat dengan kehidupan banyak orang, khususnya tentang perjalanan hidup dan makna keluarga lintas generasi.
“Cerita ini relevan dengan semua orang karena berbicara tentang masa tua, kasih sayang, dan hubungan keluarga yang sering kali terlupakan,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Film ini mengisahkan Anto, seorang anak yang harus tinggal bersama neneknya, Mariyam, di desa terpencil. Awalnya kesulitan beradaptasi, Anto perlahan memahami arti ketulusan dan pengorbanan melalui sosok sang nenek.
Produser Park Joung-Kuk menyebut film ini sebagai bentuk penghormatan kepada para nenek yang memiliki peran besar dalam keluarga. Ia berharap Dua Nafas dapat menjadi tontonan yang menyentuh sekaligus mempererat hubungan keluarga.
Aktris senior Aty Cancer yang memerankan Mariyam mengaku karakter tersebut sangat dekat dengan kehidupannya sebagai seorang nenek, sehingga emosi yang ditampilkan terasa lebih autentik.
Sementara itu, Syakir Daulay menilai film ini mengingatkan pentingnya menghargai momen bersama keluarga, khususnya dengan kakek dan nenek yang sering menjadi sosok penuh kasih tanpa syarat.
Dengan tema keluarga yang universal, Dua Nafas diharapkan mampu menarik perhatian penonton di musim liburan sekolah sekaligus menghadirkan warna berbeda di tengah tren film horor di Indonesia.
Editor : Hasiholan Siahaan