Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : ‎Aksi Plogging Berhasil Kumpulkan Lebih dari 100 Kg Sampah
Advertisement . Scroll to see content

Teknologi Waste to Fuel Hadir Sebagai Jawaban Atas Krisis Sampah dan Ketergantungan Fosil

Senin, 29 Juni 2026 | 12:39 WIB
  • author Vitrianda Hilba Siregar
Teknologi Waste to Fuel Hadir Sebagai Jawaban Atas Krisis Sampah dan Ketergantungan Fosil
Asiana Technologies menjadi pihak yang mengambil langkah nyata dalam mengurai persoalan sampah ini melalui penandatanganan kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah. Foto: ist

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Masalah penumpukan sampah yang belum terkelola dengan baik dan tingginya ketergantungan pada bahan bakar fosil kini menjadi tantangan lingkungan yang krusial di Indonesia.

Di tengah urgensi global untuk menekan emisi karbon ini, teknologi pengolahan sampah menjadi bahan bakar hadir sebagai jawaban konkret.

Melalui berbagai inovasi fasilitas pengolahan limbah padat, berbagai jenis sampah yang selama ini menjadi beban lingkungan seperti limbah rumah tangga, landfill, pasar, industri, hingga sektor pertanian dan peternakan, kini dapat ditransformasikan menjadi sumber energi baru terbarukan bernilai kalor tinggi di atas 3500 Kcal/Kg.

Terobosan ini tidak hanya menjadi solusi di hulu untuk mengurangi volume limbah secara signifikan, tetapi juga mengusung prinsip ekonomi sirkular yang meminimalkan jejak karbon dan memaksimalkan efisiensi sumber daya.

Bahan bakar alternatif yang dihasilkan memiliki karakteristik kompetitif sehingga siap menjadi substitusi parsial maupun total bagi bahan bakar konvensional.

Produk energi bersih ini nantinya didistribusikan ke berbagai sektor strategis, termasuk industri pembangkit listrik, petrokimia, keramik, gelas, baja, dan sektor manufaktur lainnya.

Asiana Technologies menjadi pihak yang mengambil langkah nyata dalam mengurai persoalan sampah ini melalui penandatanganan kerja sama dengan berbagai pemerintah daerah, di antaranya dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi untuk TPA Burangkeng dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk TPA Sarimukti.

Untuk memastikan penyerapan energi bersih ini berjalan optimal, perusahaan juga telah menyepakati kerja sama jual beli dengan produsen semen terbesar di Indonesia, yaitu Indocement, untuk menyuplai sepuluh ribu ton bahan bakar alternatif per hari ke lima pabrik mereka yang tersebar di lima provinsi.

Poltak Sitinjak selaku Inventor dan CEO menegaskan bahwa sampah bukanlah akhir dari sebuah siklus, melainkan awal dari energi baru.

Dengan portofolio bahan baku yang beragam dari hulu hingga hilir, optimisme besar dibangun untuk membantu pemerintah dan sektor swasta dalam mempercepat akselerasi transisi energi bersih demi mencapai target Net Zero Emission global.

Editor: Vitrianda Hilba Siregar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut