Dukung Pasien Lansia, Pusat Medis Warga RI Ini Hadirkan Teknologi Pintar
JAKARTA, iNewsTangsel - Sektor pariwisata medis di Malaysia hingga saat ini masih menjadi opsi utama bagi masyarakat Indonesia yang ingin mengakses layanan kesehatan berkualifikasi global. Kepercayaan warga RI bahkan telah terbangun selama seperempat abad lebih sehingga mendorong para penyedia jasa medis di negara tetangga untuk memperluas jangkauan pelayanannya.
Guna merespons lonjakan arus pasien lintas negara yang kian meningkat, fasilitas kesehatan rujukan di Melaka resmi memulai proyek pembangunan gedung baru setinggi sepuluh lantai. Langkah ekspansi senilai investasi besar ini diproyeksikan bakal mendongkrak kapasitas ruang rawat inap secara signifikan hingga tahun 2029 mendatang.
"Melalui investasi pada infrastruktur klinis, teknologi pintar dan sistem kerja yang lebih modern, kami ingin menghadirkan layanan kesehatan yang lebih komprehensif," ujar Chief Executive Officer Mahkota Medical Centre, Teo Chin Yee, dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).
Teo menjelaskan bahwa pengerjaan blok baru tersebut akan ditunjang oleh pemanfaatan perangkat laboratorium patologi digital serta penerapan konsep rumah sakit pintar yang canggih. Integrasi teknologi sistem mekanis presisi tinggi juga disiapkan guna memfasilitasi prosedur pembedahan internal yang berisiko tinggi.
Pertumbuhan fasilitas fisik ini turut diimbangi dengan rencana penambahan jumlah sumber daya manusia di bidang keperawatan hingga sepuluh persen dari total tenaga kerja yang ada. Penguatan struktur pendukung klinis tersebut dinilai sangat krusial demi menjaga konsistensi mutu perawatan medis di seluruh lini operasional.
Strategi pengembangan kapasitas secara masif ini juga ditujukan untuk mengantisipasi pergeseran struktur demografi kawasan yang diproyeksikan bakal didominasi oleh populasi lansia. Meningkatnya tren penyakit kronis pada kelompok usia lanjut menuntut kesiapan infrastruktur pengobatan spesialis yang jauh lebih adaptif.
"Investasi ini mencerminkan komitmen HMI Medical dalam menghadirkan layanan kesehatan yang lebih berkualitas bagi masyarakat lokal maupun pasien internasional," kata Chief Executive Officer HMI Medical Group, Chin Wei Jia.
Chin menambahkan bahwa penguatan basis layanan kesehatan rujukan ini secara otomatis akan memperkokoh posisi daya saing kawasan di kancah regional Asia Tenggara. Sinergi antara ketersediaan moda transportasi internasional dan kemudahan aksesibilitas medis menjadi nilai tambah utama bagi para wisatawan luar negeri.
Inisiatif pengembangan fasilitas kesehatan modern ini pun mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari otoritas pemerintah daerah setempat. Kehadiran infrastruktur medis terpadu tersebut diyakini mampu memberi dorongan akselerasi yang signifikan bagi pertumbuhan ekosistem pariwisata kesehatan di kawasan tersebut.
Editor : Aris