Dampak Abu Vulkanik Mereda, Bandara Pondok Cabe dan Budiarto Kembali Beroperasi
PONDOK CABE, iNewsTangsel - Aktivitas penerbangan di sejumlah bandara udara kawasan Banten dan sekitarnya mulai berangsur pulih setelah sempat terganggu oleh paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Dua fasilitas penerbangan regional, yakni Bandara Pondok Cabe di Tangerang Selatan dan Bandara Budiarto di Curug, kini resmi dinyatakan kembali dibuka untuk operasional.
Kepastian pembukaan kembali kedua bandara tersebut dikonfirmasi secara resmi melalui unggahan publikasi Kantor Otoritas Bandar Udara (Otban) Wilayah I Kelas Utama. Berdasarkan data pemantauan ruang udara harian, kedua fasilitas transportasi udara tersebut telah diberi tanda status hijau atau aman sejak Selasa dini hari pukul 02.25 WIB.
Meskipun dua bandara teknis tersebut sudah kembali melayani penerbangan, beberapa titik bandara lain di wilayah kerja Otban I dicatat masih berada dalam status penutupan sementara. Pengawasan ketat ruang udara terus diberlakukan secara berkala untuk memastikan keselamatan penerbangan dari ancaman sebaran material abu vulkanik.
Pembukaan jalur udara ini menyusul tiga bandara udara utama lainnya yang telah lebih dahulu beroperasi secara penuh sejak tengah malam. Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, serta Bandara Husein Sastranegara dicatat sudah kembali aktif melayani lalu lintas penerbangan niaga.
Manajemen pengelola Bandara Soekarno-Hatta mengonfirmasi pemulihan layanan tersebut seiring membaiknya pemantauan ruang udara dari paparan abu erupsi. "Sehubungan dengan kondisi erupsi Gunung Anak Krakatau saat ini, Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali melayani operasional penerbangan," tulis pengelola dalam rilis resminya, Selasa (8/9/2026).
Pihak otoritas bandara mengimbau para calon penumpang untuk terus mengonfirmasi ulang jadwal keberangkatan serta status penerbangan secara mandiri melalui kanal resmi masing-masing maskapai. Langkah koordinasi ini diperlukan mengingat penyesuaian rotasi armada dan penerbangan susulan masih berlangsung secara intensif.
Pengguna jasa penerbangan juga disarankan memanfaatkan layanan pusat bantuan informasi terpadu guna mendapatkan kepastian data operasional terkini. "Silakan mengonfirmasi jadwal melalui kanal resmi maskapai dan untuk informasi kebandaraudaraan dapat menghubungi Contact Center InJourney Airports 172," lanjut pihak pengelola mengimbau.
Pemantauan intensif bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus dilakukan untuk mengantisipasi dinamika sebaran abu vulkanik susulan di wilayah udara Jawa Bagian Barat. Keselamatan dan keamananan seluruh penumpang dipastikan tetap menjadi prioritas utama dalam pemulihan layanan penerbangan nasional ini.
Editor: Aris