get app
inews
Aa Text
Read Next : ‎Pentingnya Edukasi Keuangan, Cegah Masyarakat Terjebak Penipuan Trading

Tren Baru Investasi Digital: Saham AS Tertokenisasi Kian Populer di 2026

Kamis, 23 Juli 2026 | 17:01 WIB
header img
Pertumbuhan yang merata di seluruh indikator menunjukkan bahwa token berbasis saham AS semakin menjadi bagian dari strategi diversifikasi investor. Foto ilustrasi

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Minat investor Indonesia terhadap aset digital berbasis saham Amerika Serikat terus meningkat sepanjang kuartal II 2026. Instrumen ini kian diminati karena memberikan akses investasi global dengan modal yang lebih terjangkau serta fleksibilitas dalam bertransaksi.

Seiring meningkatnya minat tersebut, investor mulai memperkuat strategi diversifikasi portofolio global. Aset tertokenisasi berbasis saham dan komoditas dinilai mampu membantu penyebaran risiko sekaligus membuka peluang keuntungan dari berbagai sektor ekonomi dunia dalam satu platform digital.

Selain diversifikasi, saham-saham populer berbasis teknologi tetap menjadi pilihan utama. Token saham perusahaan global seperti Apple, Microsoft, dan Circle mencatat pertumbuhan aktivitas perdagangan yang signifikan, mencerminkan kepercayaan investor terhadap emiten berfundamental kuat.

Di sisi lain, minat terhadap instrumen berbasis indeks seperti exchange-traded fund (ETF) melonjak tajam. Token ETF Nasdaq-100 mencatat kenaikan volume perdagangan hingga 115% dengan lonjakan trader aktif mencapai 196%, sementara ETF S&P 500 tumbuh 74% dengan kenaikan trader aktif sebesar 160%. Tren ini menunjukkan investor mulai beralih ke instrumen dengan eksposur pasar yang lebih luas dan terdiversifikasi.

Lonjakan minat tersebut turut mendorong aktivitas perdagangan di platform PINTU sepanjang kuartal II 2026. Secara kuartalan, jumlah trader aktif meningkat 18%, transaksi naik 17%, dan volume trading tumbuh 11%. Presiden Direktur PINTU, Andy Putra, mengatakan tren ini mencerminkan semakin luasnya adopsi aset berbasis real world asset (RWA) di Indonesia.

“Pertumbuhan yang merata di seluruh indikator menunjukkan bahwa token berbasis saham AS semakin menjadi bagian dari strategi diversifikasi investor. Kenaikan jumlah trader aktif juga menandakan basis investor yang semakin meluas,” ujar Andy, Kamis (22/7/2026).

Ia menambahkan, meningkatnya minat terhadap ETF dibanding saham tunggal merupakan sinyal positif kedewasaan investor. “Investor tidak lagi hanya mengejar satu saham populer, tetapi mulai memanfaatkan tokenisasi untuk mendapatkan eksposur yang lebih terdiversifikasi terhadap pasar global,” katanya.

Ke depan, PINTU berkomitmen memperluas pilihan aset tertokenisasi berbasis indeks dan meningkatkan edukasi kepada pengguna. “Kami akan terus menghadirkan instrumen RWA yang beragam sekaligus mengedukasi investor agar memahami potensi dan risiko sebelum bertransaksi,” tutup Andy.

Editor : Hasiholan Siahaan

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut