Buntut Penemuan Ratusan Senjata di Sekolah Swasta Jaksel, Siswa Kini Ikuti PJJ Sementara
JAKARTA, iNewsTangsel – Temuan ratusan senjata, narkotika, dan CD porno di sebuah sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, memicu perhatian pemerintah terhadap keamanan lingkungan pendidikan. Para siswa sekolah tersebut untuk sementara akan mengikuti pembelajaran jarak jauh atau PJJ selama sepekan mulai Senin (10/8/2026).
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi menyatakan keprihatinannya atas temuan tersebut. Ia meminta kepolisian mengusut kasus secara menyeluruh sekaligus memastikan kondisi anak-anak tidak terdampak secara fisik maupun psikologis.
"Kami prihatin atas temuan ini. Kami ingin sekolah dapat memastikan anak-anak tetap merasa aman belajar dan tidak terdampak, baik secara langsung maupun psikologis atas kasus yang terjadi," kata Arifah dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).
Arifah menegaskan siswa tidak boleh menjadi korban dari persoalan yang berada di luar tanggung jawab mereka. Ia juga meminta pihak sekolah menjaga privasi anak dan memastikan proses pembelajaran tetap berlangsung dalam kondisi yang aman dan nyaman.
"Anak tidak boleh menjadi korban dari persoalan yang bukan tanggung jawab mereka. Mari kita jaga privasi dan kondisi psikologis anak agar mereka masih bisa belajar dengan nyaman," ujarnya. Selain itu, Arifah mendorong pemeriksaan menyeluruh terhadap ruangan dan fasilitas sekolah serta penguatan sistem pengawasan.
Pihak sekolah kemudian memutuskan menerapkan PJJ sebagai langkah sementara untuk menjamin keamanan para siswa. Pengacara yayasan sekolah, Alvon Kurnia Parma, mengatakan kebijakan tersebut berlaku selama satu pekan sambil menunggu proses sterilisasi dan penanganan lebih lanjut.
"Kita semua sebenarnya memiliki concern bahwa untuk menjamin keamanan bagi anak-anak, sementara waktu sekolah itu di-PJJ atau pendidikan jarak jauh," kata Alvon dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Minggu (9/8/2026).
Selama PJJ berlangsung, pihak yayasan juga mendorong kepolisian melakukan sterilisasi terhadap area sekolah.
Alvon mengatakan sterilisasi diperlukan untuk memastikan seluruh area sekolah berada dalam kondisi aman sebelum kembali digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Pihak yayasan berharap langkah tersebut juga dapat mencegah munculnya stigma negatif terhadap lingkungan pendidikan akibat temuan berbagai barang tersebut.
Kuasa hukum lainnya, Annisa Ismail, menyebut pihak sekolah telah berkomunikasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terkait penanganan kasus tersebut. "Ke KPAI rencananya adalah besok pada hari Senin jam 10.00 WIB kami sudah ada komunikasi dengan KPAI untuk berada di sana," ujarnya.
Di sisi lain, Arifah menyatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian, Dinas Pendidikan, dan Dinas PPPA DKI Jakarta untuk memantau perkembangan penanganan kasus.
Berdasarkan keterangan kepolisian, sebanyak 996 pucuk senjata ditemukan pada 10-11 Juli 2026 dan kembali pada Rabu (5/8/2026), terdiri atas 995 senapan angin dan satu senjata api jenis Franchi SPA, SPAS-15 kaliber 12 GA.
Editor: Aris