get app
inews
Aa Text
Read Next : ‎Pendidikan Musik Ajak Mahasiswa Bangun Profesional Kerja Sejak Kuliah

Jelajah Kepulauan Seribu, Mahasiswa Belajar Ekowisata Berkelanjutan dan Konservasi Laut

Senin, 10 Agustus 2026 | 11:24 WIB
header img
Puluhan mahasiswa menjelajahi Kepulauan Seribu sekaligus mengenal konservasi penyu, terumbu karang, dan konsep pariwisata di acara Jakarta Ecotourism Festival. [Foto: ist]

JAKARTA, iNewsTangsel — Puluhan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Jakarta mengikuti rangkaian Jakarta Ecotourism Festival 2026 dengan menjelajahi destinasi wisata di Kepulauan Seribu. Kegiatan yang digelar selama tiga hari itu tidak hanya menawarkan pengalaman wisata, tetapi juga mengajak peserta memahami pentingnya pelestarian lingkungan dan pariwisata berkelanjutan.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta tersebut dimulai pada Jumat (7/8/2026) dengan keberangkatan dari Dermaga Sunda Kelapa, Jakarta Utara. Peserta berasal dari Universitas Pancasila dan Politeknik Pariwisata Sahid Jakarta yang kemudian berlayar menuju Pulau Tidung Kecil untuk mengunjungi Museum Tulang Ikan Hiu.

Setelah melaksanakan salat Jumat di Pulau Tidung Besar, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pulau Pramuka yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Kepulauan Seribu. Pulau tersebut juga dikenal sebagai salah satu kawasan wisata dan edukasi bahari yang memiliki beragam potensi lingkungan serta konservasi.

Di Pulau Tidung, peserta diperkenalkan dengan kawasan perlindungan laut berbasis masyarakat yang mencakup rehabilitasi terumbu karang dan mangrove. Kawasan tersebut juga menjadi lokasi konservasi penyu hijau dan penyu sisik serta pengembangan budidaya ikan nemo yang menunjukkan keterkaitan antara aktivitas wisata dan pelestarian ekosistem.

Perjalanan ekowisata kemudian dilanjutkan ke Pusat Suaka Penyu Pulau Pramuka yang berada di Jalan Ikan Kerompis, Kelurahan Pulau Panggang, Kecamatan Kepulauan Seribu Utara. Di lokasi tersebut, mahasiswa dapat melihat langsung proses konservasi penyu sekaligus mendapatkan pemahaman mengenai ancaman yang dihadapi satwa tersebut di habitat alaminya.

Petugas Pusat Suaka Penyu Pulau Pramuka, Yuliansyah, mengatakan keberadaan sampah menjadi salah satu persoalan yang mengancam kelangsungan hidup penyu di kawasan tersebut. “Selain hewan predator, manusia juga menjadi ancaman buat penyu, terutama karena kebiasaan membuang sampah sembarangan,” ujar Yuliansyah, dalam keterangannya, Senin (10/8/2026).

Menurut Yuliansyah, penyu kerap keliru mengira sampah plastik sebagai makanan sehingga dapat membahayakan kesehatan dan kehidupannya. “Banyak ditemukan kasus penyu yang menelan plastik bening karena mengira ubur-ubur,” katanya, seraya menjelaskan bahwa jenis penyu yang ditemukan di Kepulauan Seribu antara lain penyu sisik dan penyu hijau.

Mahasiswi Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila, G. Apriliani Gaby, menyambut positif kegiatan tersebut karena memberikan pengalaman langsung mengenai penerapan konsep ekowisata. “Seru banget ya, kita jadi lebih paham bagaimana konsep ekowisata ini,” tutur Gaby.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya diajak menikmati potensi wisata Kepulauan Seribu, tetapi juga memahami bahwa keberlanjutan lingkungan menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata.
 

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut