get app
inews
Aa Text
Read Next : Teknologi AI dan Hotel Pintar Mulai Masuk Industri Perhotelan Indonesia

Dorong Kunjungan Wisata Keluarga, Industri Perhotelan Bali Hadirkan Fasilitas Khusus Anak

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:08 WIB
header img
Industri perhotelan Bali menjalin kolaborasi strategis dengan brand gaya hidup anak premium Jepang guna menggaet segmen wisatawan keluarga kelas atas di tengah penurunan wisman. [Ilustrasi: ist]

JAKARTA, iNewsTangsel - Sektor pariwisata mewah terus memperkuat strategi pemasaran melalui kolaborasi lintas industri guna menggaet segmen wisatawan keluarga berpenghasilan tinggi. Salah satunya dilakukan jaringan hotel berbintang di Bali yang secara resmi menggandeng merek gaya hidup anak premium asal Jepang, Miki House. Resor The Ritz-Carlton Bali menghadirkan pengalaman menginap bertema "Little Luxuries" guna menggaet wisatawan premium.

Langkah ini mencerminkan adaptasi industri hospitality kelas atas terhadap perubahan preferensi wisatawan luxury yang kini makin memprioritaskan perjalanan berorientasi keluarga. Inisiatif tersebut menggabungkan keahlian pelayanan resor dengan produk perawatan dan perlengkapan anak dari brand yang berdiri sejak 1971 tersebut.

"Kolaborasi kami bersama Miki House mencerminkan komitmen yang sama dalam menghadirkan kenyamanan istimewa dan perhatian penuh bagi keluarga yang bepergian bersama anak-anak," ujar General Manager The Ritz-Carlton Bali, Go Kondo, dalam keterangannya, Kamis (13/8/2026). 

"Kami dengan senang hati menghadirkan sebuah pengalaman yang memungkinkan orang tua bepergian dengan lebih nyaman sekaligus menciptakan kenangan berharga bersama," lanjutnya.

Pendekatan strategis ini sejalan dengan temuan platform riset perjalanan Yopki yang mencatat bahwa 81 persen keluarga berencana mempertahankan atau meningkatkan anggaran liburan pada 2026. Riset Hospitality Net turut memproyeksikan nilai pasar hotel luxury global bakal melesat dari USD 154 miliar pada 2024 menjadi USD 369 miliar pada 2032.

Pertumbuhan sektor premium ini terdorong oleh daya beli wisatawan berpenghasilan tinggi yang relatif tahan terhadap tekanan makroekonomi atau fenomena wealth bifurcation. Ketahanan finansial kelompok ini membuat permintaan di segmen hotel mewah tetap tumbuh positif di saat pasar kelas menengah menghadapi tantangan.

Penguatan daya pikat segmen family luxury ini juga berlangsung di tengah dinamika penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Pulau Dewata. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali mencatat kunjungan wisman periode Januari–Juni 2026 sebanyak 3,2 juta jiwa, atau terkoreksi 2,42 persen dibanding periode sama tahun lalu.

Guna menangkap peluang dari pasar berdaya beli tinggi tersebut, paket khusus ini menyediakan fasilitas eksklusif seperti bath poncho katun, set bib, serta produk perawatan kulit bayi sensitif. Seluruh fasilitas tambahan itu melengkapi infrastruktur akomodasi keluarga yang telah ada, mulai dari vila tepi laut hingga program edukasi Ritz Kids.

Inovasi pengalaman menginap terintegrasi ini menjadi amunisi baru bagi pengelola resor mewah dalam mempertahankan tingkat okupansi di tengah kompetisi pasar yang makin ketat. Strategi nilai tambah berbasis gaya hidup diprediksi akan terus menjadi tren utama dalam memikat wisatawan mancanegara berkualitas ke Indonesia.

Editor : Aris

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut