BPS Catat 3.567 Orang Lulusan Sarjana Nganggur di Kabupaten Tangerang
TANGERANG, iNewsTangsel.id - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Tangerang mencatat sebanyak 3.567 orang dengan pendidikan sarjana belum memiliki pekerjaan. Jumlah lulusan sarjana yang menganggur di Kabupaten Tangerang mengalami penurunan cukup signifikan sepanjang 2025.
"Angka tersebut berasal dari total 128.865 angkatan kerja berpendidikan sarjana di Kabupaten Tangerang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 125.298 orang tercatat telah bekerja," kata Statistisi Ahli Muda BPS Kabupaten Tangerang Masayu Nourma Yunita Sari, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, jumlah pengangguran berpendidikan sarjana tersebut turun dibandingkan 2024 yang mencapai 8.555 orang. Penurunan itu juga tercermin dari tingkat pengangguran terbuka (TPT) lulusan sarjana.
"Jumlah TPT sarjana di Kabupaten Tangerang tercatat turun dari 5,77 persen pada 2024 menjadi 2,77 persen pada 2025," ujarnya.
Ia menjelaskan, meski menunjukkan tren penurunan, data tersebut belum dapat menggambarkan secara rinci kondisi pengangguran berdasarkan latar belakang pendidikan. Karena pihaknya tidak memiliki data mengenai jenjang pendidikan sarjana maupun fakultas dan program studi yang paling banyak mengalami pengangguran.
"Pendataan ketenagakerjaan yang kami lakukan merupakan survei yang menghasilkan gambaran kondisi ketenagakerjaan secara makro. Karena itu, data yang dihimpun belum sampai pada klasifikasi berdasarkan jurusan atau program studi," imbuhnya.
Ia mengungkapkan, kondisi tersebut menunjukkan, persoalan pengangguran di kalangan lulusan perguruan tinggi tidak hanya berkaitan dengan jumlah kesempatan kerja, tapi juga kesesuaian antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja.
"Penurunan jumlah pengangguran sarjana di Kabupaten Tangerang menjadi sinyal positif bagi akses lulusan perguruan tinggi terhadap pasar kerja. Namun, pemetaan yang lebih rinci mengenai bidang keahlian dan kebutuhan industri tetap diperlukan agar lulusan memiliki peluang yang semakin besar untuk terserap di dunia kerja," pungkasnya.
Editor : Elva Setyaningrum