get app
inews
Aa Text
Read Next : Wamen UMKM Targetkan Transaksi ‎Inabuyer B2B2G Expo 2026 Rp2,5 Triliun

‎Riset Ungkap 80 Persen Pelaku UMKM Merintis Usaha dari Modal Pribadi ‎

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 07:59 WIB
header img
Presentasi hasil riset yang memotret kondisi ekosistem UMKM, khususnya sektor kuliner. (Foto: Elva)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Sebanyak 80 persen pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia merupakan pelaku usaha perintis. Sebagian besar memulai bisnis dengan mengandalkan sumber pembiayaan internal, terutama tabungan pribadi dan keuntungan usaha yang diputar kembali.

‎Temuan tersebut tercantum dalam UMKM Handbook: Panduan UMKM Naik Level, hasil riset Polytron bersama platform riset Populix yang memotret kondisi ekosistem UMKM, khususnya sektor kuliner.

‎Head of Public Communications Polytron, Vita Julita Wijaya menjelaskan, data riset menunjukkan 57 persen pelaku UMKM terdorong menjalankan usaha karena ingin mandiri. Sementara, 46 persen melihat adanya peluang pasar yang menjanjikan.

‎"Sebagian besar pelaku usaha berasal dari Gen Z dan milenial dengan proporsi 65 persen," kata Vita, Jumat (21/8/2026).

‎Sementara dari sisi pendanaan, lanjutnya, sebanyak 63 persen pelaku UMKM menggunakan tabungan pribadi sebagai modal usaha. Sebanyak 46 persen lainnya mengandalkan keuntungan bisnis yang secara bertahap kembali digunakan sebagai modal.

‎"Kondisi tersebut menunjukkan tingginya kemandirian pelaku UMKM dalam membangun bisnis, tapi sekaligus menggambarkan keterbatasan akses dan kapasitas pembiayaan pada tahap awal," ujarnya.

‎Ia mengakui, pengembangan usaha masih menghadapi sejumlah kendala. Sebanyak 25 persen pelaku usaha menghadapi kendala karena sistem dan standar operasional prosedur (SOP) belum tertata.

‎"Selain itu, 48 persen UMKM masih mencatat transaksi secara manual. Pola tersebut dapat menyulitkan pelaku usaha memperoleh data keuangan secara cepat dan akurat untuk mendukung pengambilan keputusan bisnis," imbuhnya.

‎Vita mengungkapkan, persoalan juga ditemukan dalam akses pembiayaan. Sebanyak 32 persen pelaku UMKM menyebut modal sebagai salah satu tantangan utama. Sentara 50 persen mengaku kesulitan memperoleh pinjaman dari bank.

‎"Namun, kendala tersebut tidak seluruhnya disebabkan oleh keterbatasan akses pembiayaan. Sebanyak 26 persen pelaku usaha mengaku belum memahami cara mengajukan pinjaman dan 19 persen tidak memiliki akses ke lembaga keuangan," ungkapnya.

‎Menurutnya, literasi keuangan menjadi salah satu faktor penting karena lembaga pembiayaan membutuhkan informasi mengenai kondisi bisnis, termasuk laporan keuangan dan arus kas, sebagai bagian dari proses penilaian kelayakan.

‎"Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya kemampuan pelaku usaha dalam menyusun laporan keuangan dan mengelola arus kas. Data keuangan yang tertata dapat menjadi salah satu dasar dalam menilai kondisi dan kelayakan bisnis ketika pelaku usaha membutuhkan pembiayaan," paparnya.

‎Ia menambahkan, di sektor kuliner, tantangan pengelolaan sumber daya manusia juga cukup besar. Sebanyak 35 persen pelaku usaha menyebut manajemen SDM sebagai persoalan dalam menjalankan bisnis.

‎"Pada kelompok UMKM mikro, 67 persen usaha hanya memiliki satu hingga dua pekerja. Keterbatasan jumlah tenaga kerja membuat satu orang harus menangani beberapa fungsi sekaligus. Kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap pelayanan," terang Vita.

‎Ia memaparkan, riset juga mencatat 60 persen UMKM belum memiliki perangkat elektronik pendukung. Dari 40 persen pelaku usaha yang telah menggunakannya, sebanyak 68 persen merasakan peningkatan kecepatan pelayanan dan 50 persen merasakan efisiensi penggunaan bahan baku.

‎"Dalam pengadaan peralatan, harga menjadi salah satu pertimbangan utama. Namun, sebanyak 42 persen pelaku usaha dinilai masih cenderung memilih perangkat berdasarkan harga termurah tanpa mempertimbangkan aspek lain, seperti garansi dan daya tahan," tutup Vita.

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut