Jawab Keresahan Para Ibu, Rutinitas Bekal Anak Menginspirasi Inovasi Kuliner
JAKARTA, iNewsTangsel - Aktivitas pagi hari bagi para ibu rumah tangga kerap menjadi momen paling padat dalam menyiapkan kebutuhan seluruh anggota keluarga sebelum memulai rutinitas. Di tengah dinamika mempersiapkan pakaian hingga kelengkapan sekolah anak, pertanyaan sederhana seputar menu masakan harian sering kali menjadi keresahan tersendiri.
Kondisi tersebut memunculkan inspirasi bagi Ricky Ferdinan Sutrisno, pengusaha muda yang menghadirkan solusi praktis di sektor kuliner keluarga di kawasan Yogyakarta. Pendekatan yang diusungnya berfokus pada penyediaan pilihan hidangan yang relevan guna membantu meringankan beban kerja harian para ibu.
Gagasan ini berawal dari pengamatan Ricky terhadap interaksi keluarga di lingkungan sekitarnya yang membutuhkan kepraktisan tanpa mengesampingkan selera anak. "Kalau kita bisa membantu meringankan satu pekerjaan kecil ibu, kenapa tidak?" ujar Ricky dalam keterangannya, dikutip Kamis (27/8/2026).
Ia beralasan merancang konsep bisnis ini berbasis kehangatan keluarga. Melalui fondasi pemikiran tersebut, kehadiran sajian berbasis olahan ayam Bosstown Chicken kemudian difungsikan untuk menghadirkan rasa tenang bagi orang tua saat menyajikan bekal anak. Konsep bisnis yang menyasar segmen rumah tangga ini dirancang agar menyatu secara alami dengan rutinitas keseharian masyarakat urban.
Perjalanan bisnis lulusan magister arsitektur ini bukanlah hal yang baru, mengingat rekam jejaknya yang telah merintis berbagai inovasi usaha sejak 2014. Pengalaman panjang dalam mengelola jejaring usaha hingga meraih ragam apresiasi nasional serta internasional menjadi modal kuat dalam membaca kebutuhan pasar.
Dukungan pengembangan usaha yang pernah didapatnya dari instansi pemerintah turut membentuk cara pandangnya dalam membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Pengalaman memamerkan karya produk di mancanegara memicu semangatnya untuk terus melahirkan konsep kuliner yang solutif bagi masyarakat lokal.
Selain berfokus pada pemenuhan kebutuhan konsumsi keluarga, Ricky juga membawa misi pemberdayaan ekonomi dengan mengajak lebih banyak orang berkembang di kota sendiri. Konsep kemitraan yang ramah ini dibuka guna memberikan kesempatan bagi calon pengusaha daerah untuk tumbuh bersama.
“Saya ingin Bosstown Chicken menjadi brand yang bukan hanya menjual makanan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi orang lain untuk berkembang,” kata Ricky.
Bagi Ricky, keberhasilan suatu ikhtiar bisnis tidak semata diukur dari skala pembesarannya, melainkan dari seberapa luas dampak positif yang dirasakan masyarakat. Langkah baru dalam industri kuliner ini menjadi bukti bahwa keresahan sederhana di dalam rumah tangga mampu melahirkan karya yang bermanfaat luas.
Editor : Aris