get app
inews
Aa Text
Read Next : Wagub Banten Pamerkan Kekuatan Ekonomi Daerah di IFBC 2026 ICE BSD Tangerang

Nilai Transaksi Tembus Rp2,2 Triliun, Inabuyer 2026 Perluas Pasar UMKM

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:21 WIB
header img
Selama tiga hari pelaksanaan, Inabuyer B2B2G Expo 2026 berhasil mencatat transaksi sebesar Rp2,2 triliun. (Foto: Elva)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Selama tiga hari pelaksanaan, Inabuyer B2B2G Expo 2026 berhasil mencatat transaksi sebesar Rp2,2 triliun. Capaian itu menunjukkan meningkatnya peluang pasar bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk masuk ke sektor pengadaan pemerintah dan kerja sama bisnis nasional. Sehingga dapat terus menjadi sarana penguatan ekonomi berbasis produk lokal serta peningkatan daya saing UMKM nasional.

‎Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, mengatakan, pameran yang mempertemukan pelaku UMKM dengan kementerian, lembaga, BUMN, sektor swasta, dan retail modern ini tidak hanya menjadi ruang transaksi, tapi juga sarana penguatan kapasitas dan kolaborasi usaha.

‎"Antusiasme pelaku UMKM selama kegiatan berlangsung memperlihatkan kesiapan usaha lokal untuk memperluas pasar dan membangun kemitraan jangka panjang. Karena ajang ini menjadi wadah bagi UMKM untuk belajar, berkolaborasi, dan memperkuat ekosistem bisnis nasional,” katanya dalam penutupan Inabuyer B2B2G Expo 2026 , Kamis (7/5/2026).

‎Sementara itu, Direktur Pengembangan Iklim Usaha dan Kerjasama Internasional Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Dwi Rahayu Eka Setyowati mengungkapkan, peningkatan potensi transaksi dan kerja sama dari tahun ke tahun menunjukkan semakin kuatnya penggunaan produk dalam negeri di lingkungan kementerian dan lembaga.

‎"Partisipasi berbagai institusi pemerintah dan sektor usaha memberi peluang lebih besar bagi UMKM untuk masuk ke rantai pengadaan nasional, sekaligus memperkuat perdagangan domestik di tengah tantangan ekonomi global," ujar Dwi.

‎Menurutnya, selain transaksi bisnis, kegiatan ini juga dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperluas jaringan, memahami kebutuhan pasar yang terus berkembang dan menjajaki peluang kerja sama baru dengan berbagai sektor industri.

‎"Melalui konsep business to business to government (B2B2G), kegiatan ini membuka akses yang lebih luas bagi produk lokal untuk terhubung langsung dengan kebutuhan belanja pemerintah maupun rantai pasok industri," terangnya.

‎Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah menjelaskan, pameran ini diikuti lebih dari 804 pelaku usaha dari berbagai daerah di Indonesia. Sebanyak 131 instansi dan perusahaan terlibat sebagai buyer maupun supplier dari unsur pemerintah, BUMN, dan swasta.

‎'Potensi transaksi tersebut diperoleh dari berbagai skema kerja sama, mulai dari penawaran kontrak hingga komitmen pembelian produk dalam negeri. Model kolaborasi B2B2G diharapkan bisa mempertemukan kebutuhan pasar dengan kapasitas produksi UMKM nasional yang terus berkembang," ujarnya.

‎Diterangkan, capaian transaksi menunjukkan besarnya potensi produk lokal dalam memperkuat perdagangan domestik di tengah tantangan ekonomi global. Untuk itu, penguatan ekosistem perdagangan dalam negeri perlu terus didorong melalui kolaborasi antara pemerintah, retail modern, BUMN, dan pelaku usaha.

‎"Hal itu perlu dilakukan agar rantai pasok domestik semakin kuat dan mampu menciptakan efek berganda bagi perekonomian," tutup Budihardjo.

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut