Pemerintah Perbarui Historiografi, Buku Sejarah Indonesia Libatkan 123 Pakar
Proses penyusunan buku ini disebut menghabiskan anggaran sekitar Rp9 miliar. Fadli menjelaskan, penulisan naskah sebenarnya telah rampung pada akhir 2025. Waktu tambahan diperlukan untuk proofreading, penyuntingan, pengadaan foto hingga penataan layout.
Pada tahap pertama, pemerintah meluncurkan lima dari total 10 jilid yang direncanakan. Lima jilid tersebut memiliki hampir 5.000 halaman dan membahas perjalanan sejarah Indonesia dari akar peradaban Nusantara hingga terbentuknya negara kolonial.
Editor utama, Singgih Tri Sulistiyono, mengatakan perspektif maritim menjadi salah satu benang merah dalam penyusunan sejarah Indonesia. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk melihat keterhubungan Nusantara dengan jaringan global sejak masa awal.
Fadli juga menanggapi kemungkinan munculnya anggapan bahwa buku tersebut merupakan narasi bentukan pemerintah. Ia menegaskan kebijakan penulisan diserahkan kepada para ahli untuk menjaga kebebasan akademik.
“Kalau dianggap propaganda, ya propaganda Indonesia. Propaganda Indonesia-sentris, bukan propaganda kolonial,” tegasnya.
Editor : Hasiholan Siahaan