22 Persen Pekerjaan Akan Hilang, Bagaimana Pendidikan Menjawab Tantangan Ini?
TANGERANG, iNewsTangsel.id - Di tengah disrupsi dunia kerja akibat perkembangan Artificial Intelligence (AI), perguruan tinggi dituntut tak lagi sekadar mengajar teori. Pergeseran ini mendorong munculnya model pendidikan baru yang lebih fokus pada kesiapan karier sejak dini.
Fenomena career mismatch yang masih menyentuh sekitar 35% pemuda Indonesia menjadi sinyal kuat bahwa sistem pendidikan perlu beradaptasi lebih cepat. Apalagi, proyeksi global menyebut sekitar 22% jenis pekerjaan akan berubah sebelum 2030—menuntut lulusan yang tak hanya cerdas akademik, tetapi juga adaptif dan kreatif.
Menjawab tantangan tersebut, pendekatan Digital Transformation & AI Experience Ecosystem, yang tidak hanya mengenalkan teknologi, tetapi juga membentuk pola pikir kritis dan etis dalam memanfaatkan AI.
Model ini menempatkan mahasiswa sebagai problem solver, bukan sekadar pengguna teknologi.
Direktur Kampus BINUS Alam Sutera, Prof. Dr. Lim Sanny, menegaskan bahwa kampus kini harus menjadi penghubung nyata antara dunia pendidikan dan industri. “Mahasiswa perlu pengalaman langsung, bukan hanya teori. Dunia kerja berubah cepat, sehingga kesiapan adaptasi menjadi kunci,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Editor : Hasiholan Siahaan