Film Bapakmu Kiper Bongkar Fenomena Unik di Balik Sepak Bola Tarkam
JAKARTA, iNewsTangsel.id -Sepak bola antar-kampung atau tarkam selama ini identik dengan pertandingan penuh gengsi, sorakan penonton, dan persaingan antarkampung. Namun, film Bapakmu Kiper mencoba melihat sisi lain dari fenomena tersebut dengan menjadikan tarkam sebagai ruang bertemunya konflik keluarga, persahabatan, hingga persoalan masa lalu.
Film produksi Entelekey Media Indonesia dan Entelekey Sinema Indonesia (ESI) itu mengangkat hubungan rumit antara ayah dan anak melalui kisah pertandingan Tarkam Super Cup.
Disutradarai Ody Harahap, film ini tidak menempatkan sepak bola hanya sebagai latar cerita. Berbagai fenomena khas tarkam seperti gengsi kampung, saweran penonton, pemain profesional yang turun bertanding hingga intrik di luar lapangan menjadi bagian dari cerita.
Di tengah hiruk-pikuk pertandingan tersebut, muncul hubungan renggang antara seorang ayah dan anak yang dipengaruhi pengalaman buruk masa lalu.
Fedi Nuril yang memerankan Warto menilai karakter tersebut merepresentasikan sosok ayah yang keberadaannya sering tidak terlihat, tetapi menjadi tempat keluarga bertahan.
“Warto ini kayak gambaran banyak ayah di luar sana, yang perannya sering nggak kelihatan tapi sebenarnya paling krusial,” ujar Fedi, Jumat (4/9/2026).
Perannya sebagai ayah dari anak remaja juga menjadi pengalaman tersendiri bagi Fedi. Aktor tersebut mengaku mendapat pelajaran tentang bagaimana membangun hubungan yang dekat dan terbuka dengan anak.
Menurut Fedi, orang tua seharusnya tidak membatasi kedekatan berdasarkan jenis kelamin anak. Ayah dan ibu, kata dia, harus mampu membangun hubungan dengan seluruh anak dalam keluarga.
Ia juga menilai orang tua perlu belajar mendengar pendapat anak dan tidak memaksakan keinginan dengan cara yang keliru.
Sementara itu, Ali Fikry yang memerankan Dino melihat perjalanan karakter tersebut sebagai upaya berdamai dengan masa lalu.
“Memaafkan enggak akan selalu jadi proses yang mudah, tapi selalu layak untuk diusahakan,” kata Ali.
Bagi sutradara Ody Harahap, tarkam memiliki banyak sisi menarik yang jarang ditampilkan dalam film. Selain pertandingan, ada persaingan, hiburan, gengsi hingga fenomena saweran yang menjadi bagian dari kehidupan sepak bola antar-kampung.
Dengan pendekatan tersebut, Bapakmu Kiper tidak hanya menawarkan cerita komedi berlatar sepak bola, tetapi juga mengangkat persoalan hubungan ayah dan anak, kesempatan memperbaiki masa lalu, serta pentingnya komunikasi dalam keluarga.
Skenario film ini ditulis Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut. Selain Fedi Nuril dan Ali Fikry, film ini dibintangi Tanta Ginting, Augie Fantinus, serta King Polo yang dikenal sebagai “Raja Tarkam”.
Bapakmu Kiper mulai tayang serentak di bioskop Indonesia pada 3 September 2026.
Editor : Hasiholan Siahaan