Antisipasi Erupsi Gunung Anak Krakatau, TNI Siagakan 1.279 Personel Gabungan
JAKARTA, iNewsTangsel.id - TNI menyiagakan 1.279 personel gabungan untuk mengantisipasi dan menangani dampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Kekuatan personel ini terdiri atas jajaran Kodam I/Bukit Barisan, Polri, serta gabungan instansi terkait.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan (Kemhan), Letjen TNI Tri Budi Utomo, menyampaikan bahwa rincian personel yang disiagakan mencakup 1.012 prajurit Kodam Bukit Barisan, 160 anggota Polri, dan 107 personel dari instansi lainnya.
"Situasi kebencanaan erupsi vulkanologi, khususnya Gunung Anak Krakatau di wilayah Sumatera Utara, telah disiagakan sebanyak 1.279 personil yang terdiri atas 1.012 personil di jajaran Kodam I/Bukit Barisan, 160 personil Polri, serta 107 personil dari instansi lainnya," kata Tri saat konferensi pers, Selasa (8/9/2026).
Guna mengantisipasi perkembangan situasi di lapangan, TNI juga menyiagakan pasukan tambahan.
"Selain itu juga disiapkan kekuatan cadangan sebanyak 1.050 personil yang berasal dari tiga kesatuan setingkat kompi," ujarnya.
Langkah kesiapsiagaan ini turut didukung puluhan armada dan perlengkapan operasional, di antaranya 31 unit truk, 8 ambulans, 1 mobil komando, 11 unit mobil pemadam kebakaran, serta 10 unit sarana pendukung lainnya.
"Untuk mendukung kesiapan personil tersebut, telah disiapkan berbagai materiil pendukung, antara lain 31 unit truk, 8 unit ambulans, 1 unit mobil komando, 11 unit kendaraan pemadam kebakaran, serta 10 unit sarana pendukung lainnya," ujarnya.
Sejumlah logistik penunjang operasi penanggulangan bencana di lapangan juga telah disiagakan.
"Selain itu, tersedia pula berbagai perlengkapan dan alat kelengkapan meliputi tenda, set dapur lapangan dan SPPG, set alat kesehatan, genset, perangkat Starlink, set repeater, serta 3 unit drone," papar Tri.
Tri menegaskan seluruh pengerahan personel dan logistik ini dilakukan agar penanganan bencana dapat berjalan responsif dan terintegrasi.
"Secara keseluruhan, kekuatan personil dan materiil yang telah disiapkan tersebut merupakan bagian dari langkah kesiapsiagaan untuk mendukung penanganan bencana secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi," pungkasnya.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar