Satu Pekan Pencarian, Polda Banten Pastikan Temuan Pelampung Bukan Milik Jurnalis Hilang di Krakatau
BANTEN, iNewsTangsel - Barang bukti berupa pelampung yang ditemukan pada hari ketiga operasi pencarian lima jurnalis hilang kontak di Selat Sunda dipastikan bukan berasal dari Kapal Arupadhatu 1. Kepastian tersebut diperoleh usai kepolisian melalukan pemeriksaan intensif serta konfirmasi langsung terhadap pemilik armada kapal penyeberangan tersebut.
Kapolda Banten, Irjen Pol. Hengki, mengonfirmasi bahwa rompi keselamatan oranye serta pelampung putih yang ditemukan petugas tidak sesuai dengan spesifikasi kapal korban. "Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelampung bukan merupakan milik Kapal Arupadhatu 1 yang sampai sekarang belum ditemukan," kata Hengki di Pos SAR Dermaga Marina Carita, Jumat (11/9/2026).
Pernyataan kepolisian tersebut diperkuat oleh keterangan Sandi selaku pemilik Kapal Arupadhatu 1 saat dimintai keterangan di Posko Utama. Sandi memastikan bahwa seluruh perlengkapan keselamatan yang ditempatkan di atas kapalnya memiliki standar serta identitas warna yang berbeda dari temuan petugas.
Sandi menjelaskan bahwa kapalnya telah dilengkapi lebih dari 10 unit Jaket Penyelamat sebelum bertolak membawa rombongan wartawan pada Senin lalu. "Saya sudah dimintai keterangan oleh pihak berwajib dan saya pastikan pelampung yang ditemukan bukan milik kapal saya," ujar Sandi menjelaskan.
Menindaklanjuti perkembangan kasus tersebut, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan memperkuat pengerahan armada pada operasi pencarian hari keempat. Sebanyak 13 alutsista dari unsur gabungan TNI, Polri, dan Basarnas dikerahkan untuk menyisir empat sektor perairan secara menyeluruh.
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengonfirmasi bahwa pembagian kekuatan armada difokuskan untuk memperluas radius pencarian di sekitar perairan Anak Krakatau. "Untuk hari ini kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor pencarian," tutur Al Amrad.
Deretan alutsista utama yang dikerahkan meliputi KRI Kerambit 627, KN SAR Tetuka, KP Hayabusa, hingga armada pendukung dari instansi kemaritiman daerah. Penyisiran secara intensif terus difokuskan pada titik koordinat yang diperkirakan menjadi rute pelayaran terakhir rombongan jurnalis tersebut.
Tim SAR gabungan berkomitmen melanjutkan pemantauan gelombang laut serta penyisiran ruang udara guna mempercepat proses penemuan seluruh korban. Pihak keluarga dan instansi media diimbau untuk terus memantau informasi resmi yang dirilis dari Posko Utama Basarnas Banten.
Editor: Aris