Program Pendidikan Indonesia-China Buka Peluang Mahasiswa Perluas Jejaring Global
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Kesempatan menempuh pendidikan tinggi di dua negara kini semakin terbuka melalui program joint degree dengan pola pembelajaran 2+2. Mahasiswa dapat menyelesaikan dua tahun studi di Indonesia sebelum melanjutkan pendidikan selama dua tahun di China.
Program tersebut memberikan pengalaman akademik lintas negara dengan menggabungkan pembelajaran bahasa Mandarin, budaya, bisnis internasional, serta pemahaman mengenai perdagangan Indonesia-China. Setelah menyelesaikan seluruh tahapan pendidikan, mahasiswa berkesempatan memperoleh dua gelar sarjana.
Skema pendidikan ini juga menempatkan pengalaman belajar di China sebagai bagian dari proses pembentukan kompetensi mahasiswa. Selama dua tahun di Guangzhou, mahasiswa akan mendapatkan lingkungan akademik yang lebih dekat dengan perkembangan bisnis, teknologi, inovasi, dan perdagangan internasional.
Setelah menyelesaikan studi di Indonesia, mahasiswa melanjutkan pendidikan di South China University of Technology selama dua tahun. Kampus tersebut berada di Guangzhou, salah satu kawasan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di China.
Dean Faculty of Humanities BINUS University, Dr. Elisa Carolina Marion, mengatakan pengalaman belajar lintas negara dapat membantu mahasiswa membangun kemampuan beradaptasi serta memahami keberagaman budaya.
“Pengalaman belajar lintas negara menjadi salah satu elemen penting dalam membentuk lulusan yang adaptif, terbuka terhadap keberagaman budaya, dan mampu bersaing di tingkat internasional,” ujar Elisa, Selasa (29/9/2026).
Program tersebut dapat diikuti mahasiswa aktif Global Business Chinese mulai angkatan B2029 yang memenuhi persyaratan dari kedua perguruan tinggi. Peserta harus telah menyelesaikan empat semester atau minimal 84 SKS serta memiliki sertifikasi kemampuan bahasa Mandarin HSK Level 5 sesuai ketentuan SCUT.
Setelah menyelesaikan studi di Indonesia, mahasiswa melanjutkan pendidikan di South China University of Technology selama dua tahun. Kampus tersebut berada di Guangzhou, salah satu kawasan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di China.
Head of Chinese Department South China University of Technology, Assoc. Prof. Guo Ting, mengatakan mahasiswa dapat memperoleh wawasan mengenai perkembangan bisnis, teknologi, dan inovasi selama mengikuti pembelajaran di China.
“Mahasiswa BINUS akan memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai perkembangan bisnis, teknologi, dan inovasi di Tiongkok, sekaligus membangun jejaring internasional,” ujar Guo.
Berdasarkan informasi penyelenggara, South China University of Technology berada di peringkat ke-385 dunia dalam QS World University Rankings 2025 dan peringkat ke-187 dalam Best Global Universities versi US News.
Melalui skema 2+2, pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga memberikan pengalaman akademik di lingkungan internasional. Mahasiswa yang memenuhi persyaratan dapat menjalani proses pendidikan di Indonesia dan China sebelum memperoleh dua gelar dari masing-masing perguruan tinggi.
Editor: Hasiholan Siahaan