Mukroni Mundur, PSI Khawatir Persiapan Porprov Tangsel Terganggu
CIPUTAT, iNewsTangsel – Pengunduran diri Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Mukroni, menjadi sorotan DPRD Tangsel, Jumat (2/10/2026).
Pergantian pucuk pimpinan Dispora dinilai perlu segera diantisipasi lantaran terjadi di tengah persiapan kontingen Tangsel menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten.
Ketua DPD PSI Tangsel sekaligus anggota Fraksi PSI DPRD Tangsel, Steven Jansen, meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel tidak menganggap pergantian pimpinan Dispora sebatas persoalan administratif.
Menurut Steven, persiapan Porprov kini memasuki tahapan penting. Kesiapan atlet, venue pertandingan, administrasi hingga koordinasi dengan berbagai pihak membutuhkan kepemimpinan yang solid.
"Kami dari PSI sangat menyayangkan langkah mundurnya Bapak Mukroni dari jabatannya sebagai Kepala Dispora Tangsel. Terlebih lagi, pengunduran diri ini terjadi di saat yang sangat krusial," ujar Steven.
Ia meminta Pemkot Tangsel memastikan seluruh agenda persiapan Porprov tetap berjalan meski terjadi perubahan pimpinan di tubuh Dispora.
Steven menilai penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) harus dibarengi dengan penguatan koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) serta pihak-pihak yang terlibat dalam persiapan kontingen Tangsel.
"Penunjukan Plt saja tidak cukup. Koordinasi lintas sektoral harus segera dikonsolidasikan agar fokus kontingen Tangsel tidak terpecah dan target prestasi kita di Porprov tidak dikorbankan," katanya.
Menurutnya, jangan sampai proses transisi pejabat membuat perhatian pemerintah daerah terpecah. Sebab, di sisi lain atlet dan tim pendukung membutuhkan kepastian menjelang kompetisi.
"Jangan sampai transisi kepemimpinan ini justru mengganggu mental bertanding para atlet maupun kesiapan teknis di lapangan," tegasnya.
Pengunduran diri Mukroni diketahui berlaku efektif mulai 1 Oktober 2026. Untuk sementara, posisi Kepala Dispora Tangsel diisi oleh Plt Staf Ahli H Ika.
Steven berharap Pemkot Tangsel segera memperjelas pembagian tugas serta jalur koordinasi selama masa transisi. Hal itu dinilai penting agar persiapan kontingen tidak tersendat akibat perubahan di jajaran pimpinan Dispora.
"Yang kami dorong adalah langkah cepat dan taktis dari Pemkot. Jangan sampai momentum Porprov terganggu hanya karena adanya proses transisi di internal pemerintahan," pungkasnya.
Editor: Doni Marhendro