Gigi Tetap Kuning Meski Rutin Disikat, Ini Penyebabnya
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Rutin menyikat gigi tidak selalu membuat warna gigi tampak lebih putih. Selain noda dari makanan dan minuman, warna alami lapisan gigi juga memengaruhi penampilan. Karena itu, gigi yang bersih belum tentu terlihat putih cemerlang. Sehingga memahami penyebabnya penting agar masyarakat tidak keliru menilai kesehatan gigi hanya dari tampilannya.
Kementerian Kesehatan melalui portal Ayo Sehat menyebut, kopi dan teh sebagai minuman yang dapat meninggalkan noda pada gigi. Namun, perubahan warna gigi tidak hanya disebabkan oleh kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman tertentu.
"Warna gigi juga dipengaruhi struktur alaminya. Enamel atau lapisan terluar gigi memiliki sifat agak transparan sehingga warna dentin, lapisan di bawahnya, dapat terlihat. Dentin secara alami cenderung berwarna kekuningan. Interaksi antara enamel, dentin, dan cahaya turut menentukan warna gigi yang terlihat," kata Michelle, Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia, Rabu (14/10/2026).
Ia menjelaskan, secara umum, terdapat beberapa pendekatan untuk membantu memperbaiki tampilan warna gigi. Di antaranya, pengangkatan noda bertujuan membersihkan pigmen yang menempel di permukaan gigi.
"Sedangkan, bleaching menggunakan bahan kimia untuk menguraikan senyawa penyebab perubahan warna," ucapnya.
Pendekatan lainnya, lanjut Michelle, adalah optical whitening atau pemutihan optik, yang memanfaatkan prinsip koreksi warna untuk mengurangi tampilan kekuningan secara visual.
"Metode ini berbeda dari proses pemutihan kimiawi karena bekerja dengan mengubah persepsi warna, bukan mengubah warna alami gigi secara langsung," imbuhnya.
Ia mengungkapkan, ada juga penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Dentistry membahas penggunaan bahan koreksi warna yang dapat memengaruhi sifat optik permukaan gigi. Pendekatan tersebut berpotensi membuat gigi terlihat lebih putih melalui perubahan cara cahaya berinteraksi dengan permukaan gigi.
"Selain koreksi warna optik, bahan tertentu juga digunakan untuk membantu membersihkan noda pada permukaan gigi. Salah satunya adalah papain, enzim proteolitik yang dapat memecah protein," katanya.
Ia menegaskan, untuk melengkapi perawatan tampilan warna gigi, usmile Optical White memadukan fitur Natural Purple Corrector dengan kandungan papain dalam satu pasta gigi. Kombinasi ini dirancang untuk membantu mengurangi tampilan kekuningan sekaligus mengangkat noda pada permukaan gigi.
"Natural Purple Corrector bekerja melalui prinsip koreksi warna optik. Dengan pendekatan koreksi warna ungu dan biru, teknologi ini membantu mengurangi tampilan kekuningan secara visual sehingga gigi tampak lebih putih. Manfaat tersebut dilengkapi oleh papain yang membantu membersihkan noda permukaan, termasuk noda dari makanan dan minuman," jelasnya.
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Young Pharmacists meneliti formulasi pasta gigi yang mengandung papain dan bromelain untuk membantu mengangkat noda permukaan gigi. Meski demikian, efektivitasnya dapat berbeda bergantung pada formulasi produk dan kondisi gigi setiap orang.
"Pemilihan pasta gigi sebaiknya tidak hanya berorientasi pada warna gigi, tetapi juga mempertimbangkan manfaatnya bagi kesehatan mulut. Klaim gigi tampak lebih putih perlu dipahami sesuai mekanisme yang digunakan, apakah melalui pembersihan noda, pemutihan kimiawi, atau koreksi warna optik," terang.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 3,7 miliar orang di dunia mengalami penyakit gigi dan mulut. Sebagian besar kondisi tersebut dapat dicegah melalui kebiasaan perawatan yang tepat dan penanganan sejak dini. Menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluorida merupakan salah satu langkah dasar untuk menjaga kesehatan gigi.
"Warna gigi yang cenderung kekuningan tidak selalu menandakan masalah kesehatan. Namun, perubahan warna yang terjadi secara tiba-tiba, terutama jika disertai nyeri atau keluhan lain, sebaiknya diperiksakan ke dokter gigi," tutupnya.
Editor: Elva Setyaningrum