get app
inews
Aa Text
Read Next : Biaya Perawatan Gigi RI Termahal Kedua di ASEAN, Dokter Bagikan Tips Hemat Berobat

Gaya Hidup Stres Picu Bau Mulut, Benarkah?

Rabu, 26 Agustus 2026 | 17:15 WIB
header img
Stress tinggi dan perubahan pola makan bisa picu bau mulut. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsTangsel.id - Gaya hidup dengan tingkat stres tinggi dan perubahan pola makan dapat berpengaruh terhadap kesehatan rongga mulut. Salah satunya, muncul bau mulut atau halitosis yang dapat mengganggu kenyamanan dan interaksi sosial.

‎Country Manager usmile Indonesia dan Malaysia, Michelle menjelaskan, stres diketahui dapat memicu kondisi mulut kering. Sementara itu, pola makan tinggi protein dapat meninggalkan sisa makanan yang kemudian menjadi sumber nutrisi bagi bakteri di dalam rongga mulut.

‎"Bakteri tersebut dapat menghasilkan senyawa sulfur volatil atau Volatile Sulfur Compounds (VSCs), seperti hidrogen sulfida (H2S) dan metil merkaptan (CH3SH). Senyawa tersebut menjadi salah satu penyebab utama munculnya bau tidak sedap dari mulut," katanya,

‎Ia menjelaskan, untuk mengatasi kecemasan sosial akibat masalah oral care, menyikat gigi dengan pasta gigi konvensional saja tidak lagi cukup. Masyarakat modern kini mulai beralih pada tren skinification dalam perawatan gigi, yakni penggunaan bahan aktif spesifik layaknya produk perawatan wajah untuk mengatasi masalah mulut secara tepat sasaran.

‎"Dengan pergeseran tren edukatif tersebut, kami hadir membawa pendekatan inovatif yang mengawinkan teknologi perawatan gigi dengan ingredients kecantikan yang telah teruji klinis," imbuhnya.

‎Menurutnya, masyarakat kini semakin kritis dan memahami bahwa sekadar menutupi bau mulut dengan rasa mint yang pedas atau sekadar menahan rasa ngilu tidak akan menyelesaikan akar masalah.

‎"Oleh karena itu, kami mengadaptasi bahan-bahan aktif yang bekerja selembut skincare namun efektif secara klinis untuk mengembalikan kebebasan bersosialisasi masyarakat tanpa rasa khawatir," terangnya.

‎Ia menegaskan, perawatan mulut bukan lagi sekadar rutinitas kebersihan harian, melainkan bagian dari ritual perawatan diri yang berdampak langsung pada kualitas hidup dan kepercayaan diri seseorang.

‎"Melalui pendekatan oral beauty, kami berkomitmen untuk terus berinovasi mendefinisikan ulang perawatan gigi agar masyarakat dapat mengekspresikan senyum terbaiknya tanpa rasa khawatir dalam setiap interaksi sosial," ungkapnya. 

‎Ia menerangkan, perkembangan produk perawatan gigi juga mendorong penggunaan bahan aktif yang ditujukan untuk kebutuhan oral tertentu. Beberapa formulasi pasta gigi kini dikembangkan untuk membantu mengatasi bau mulut, sensitivitas, maupun menjaga kondisi enamel. Salah satunya, produk pasta gigi yang diformulasikan dengan Zinc Glycinate, sebuah bahan aktif yang secara klinis mampu mengikat dan menetralisir gas VSCs penyebab bau mulut sejak dari akarnya.

‎"Selain itu, penggunaan Enzyme Complex alami, yaitu gabungan Papain dari ekstrak pepaya dan Lysozyme. Kandungan ini bekerja sangat lembut untuk membersihkan noda gigi tanpa merusak enamel, sekaligus memberikan perlindungan aroma parfum yang elegan agar nafas tetap segar lebih lama," katanya. 

Editor : Elva Setyaningrum

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut