U-turn Baru di Serpong Utara Ditargetkan Rampung Akhir Tahun 2026
CIPUTAT, iNewsTangsel – Rekayasa lalu lintas di kawasan Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), bakal berubah. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama Pemkot Tangsel sepakat membangun U-turn terlindung dua arah di depan FITX Gym, Pondok Jagung, yang akan diikuti penutupan dua titik putar balik di depan WTC Mall dan Perumahan Melati Mas.
Pembangunan fasilitas baru tersebut dijadwalkan mulai pada pekan keempat Oktober 2026 dan ditargetkan rampung hingga akhir tahun. Langkah ini diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan di salah satu kawasan yang kerap mengalami kepadatan lalu lintas, Selasa (20/10/2026).
Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel, Martha Lena, mengatakan pembangunan U-turn baru telah disepakati seluruh pihak yang terlibat dalam pembahasan.
“Alhamdulillah, semua sudah menyepakati pembangunan U-turn terlindung di depan FITX Gym. Tidak ada yang menolak. Pembangunannya dilakukan oleh PUPR Provinsi Banten, sementara desainnya disusun melalui kolaborasi dengan Dishub Tangsel,” ujar Martha.
Menurut Martha, U-turn tersebut dirancang untuk mengakomodasi kendaraan dari dua arah, baik pengendara dari Alam Sutera menuju Tangsel maupun kendaraan dari arah Tangsel menuju Tangerang.
Penataan itu sekaligus mengubah titik pergerakan kendaraan di kawasan tersebut. Dua U-turn lama, yakni di depan WTC Mall dan Perumahan Melati Mas, direncanakan ditutup setelah fasilitas baru disiapkan.
Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menyiapkan penataan bahu jalan untuk mendukung kelancaran arus kendaraan.
Berdasarkan rencana awal, U-turn baru memiliki lebar sekitar 3,5 meter, dengan bagian tengah sepanjang 9 meter dan total ruang yang dibutuhkan sekitar 22 meter. Bahu jalan di kedua sisi juga direncanakan diperlebar masing-masing satu meter.
Martha mengatakan, PUPR Provinsi Banten meminta bantuan Satpol PP Tangsel untuk menertibkan bangunan liar yang menggunakan bahu jalan. Penertiban diperlukan agar area tersebut bisa ditata sesuai kebutuhan pembangunan.
Dia mengakui, secara konstruksi fasilitas baru itu kemungkinan tidak semegah U-turn di depan kantor UPTD Latihan Kerja Banten. Namun, pemerintah berharap keberadaannya tetap memberikan dampak terhadap kelancaran lalu lintas.
“Paling tidak U-turn dua arah ini bisa mengurangi kemacetan. Arus yang sebelumnya sangat padat diharapkan menjadi lebih mengalir,” katanya.
Penataan tersebut juga diharapkan mengurangi aktivitas pengatur jalan tidak resmi atau yang dikenal sebagai “Pak Ogah” di lokasi itu.
Dengan adanya perubahan titik putar balik, efektivitas kebijakan ini nantinya akan terlihat dari kelancaran arus kendaraan setelah pembangunan selesai dan penutupan dua U-turn lama diterapkan.
Editor: Doni Marhendro