78.500 UMKM Terdaftar di Kabupaten Tangerang, Didorong Naik Kelas
TANGERANG, iNewsTangsel.id -Sebanyak 78.500 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tercatat di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang. Penguatan kapasitas usaha, peningkatan kualitas produk, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi sejumlah faktor penting untuk mendorong pelaku usaha memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.
"Puluhan ribu UMKM tersebut bergerak di berbagai sektor, mulai dari kuliner, fesyen dan aksesori, agribisnis dan pertanian, jasa, hingga produk kreatif dan kerajinan," kata Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang Anna Ratna, saat Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar dan Temu Usaha Nasabah Mekaar PNM, Rabu (21/10/2026).
Ia menjelaskan, banyaknya jumlah pelaku usaha tersebut menjadi bagian dari potensi ekonomi daerah yang perlu diperkuat melalui peningkatan kompetensi, pengelolaan keuangan, dan perluasan akses pemasaran.
"Upaya ini juga diperlukan agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu meningkatkan skala usaha di tengah persaingan pasar," ujar Anna.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengatakan, akses permodalan bukan satu-satunya faktor yang menentukan perkembangan UMKM. Kemampuan pelaku usaha dalam mengelola bisnis, menjaga kualitas produk, beradaptasi dengan teknologi, dan menjangkau konsumen turut menentukan keberlanjutan usaha.
“UMKM naik kelas itu tidak cukup hanya dari sisi permodalan, tapi juga ditentukan oleh kompetensi pelaku UMKM-nya, produk yang berkualitas dan mampu bersaing serta jangkauan pasar yang luas,” ungkap Maesyal.
Menurut dia, penguatan kapasitas pelaku usaha diperlukan untuk meningkatkan kontribusi UMKM terhadap perekonomian daerah. Sektor ini berperan dalam membuka lapangan kerja, menambah pendapatan keluarga, serta mendukung kesejahteraan masyarakat.
"Makanya, kami juga mendorong nasabah PNM Mekaar memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran, menjaga mutu produk, dan mengelola keuangan usaha secara tertib. Karena dapat membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal," terangnya.
Ia berharap, pengembangan UMKM, terutama pemberdayaan perempuan dan peningkatan kapasitas pelaku usaha di Kabupaten Tangerang tidak berhenti pada penyaluran pembiayaan, tetapi juga disertai pendampingan yang membantu pelaku usaha meningkatkan produktivitas, memperbaiki pengelolaan bisnis, serta memperluas jangkauan konsumen.
"Dengan jumlah UMKM terdaftar, maka peningkatan kualitas usaha dan akses pasar menjadi salah satu aspek penting yang harus diperkuat dalam kontribusi sektor usaha mikro untuk perekonomian di wilayah ini," pungkas Maesyal.
Editor: Elva Setyaningrum