Investor Indonesia Makin Minati Saham AS Tertokenisasi, Pembeli Naik 68 Persen
Minat investor juga terlihat pada instrumen di luar saham teknologi. Jumlah pembeli SPDR Gold ETF meningkat lebih dari 170 persen pada kuartal III-2026, mengindikasikan adanya ketertarikan terhadap instrumen yang memberikan eksposur pada harga emas.
Secara global, pasar aset dunia nyata tertokenisasi atau real world assets (RWA) turut berkembang. Data RWA.xyz mencatat kapitalisasi pasar aset tertokenisasi mencapai 39,26 miliar dolar AS per 20 Oktober 2026, setara sekitar Rp708,64 triliun berdasarkan data dalam keterangan perusahaan.
Per Oktober 2026, PINTU menyediakan lebih dari 100 aset tertokenisasi yang mencakup saham AS, ETF, dan komoditas. Perusahaan juga menambahkan 10 aset tertokenisasi baru yang diterbitkan Ondo, termasuk instrumen yang memberikan eksposur ke pasar Jepang, Korea Selatan, India, komoditas, serta surat utang pemerintah AS jangka pendek.
Andy menjelaskan, aset tertokenisasi merupakan representasi digital yang memberikan eksposur terhadap pergerakan harga aset dasarnya. Meski menawarkan alternatif akses ke instrumen global, investor tetap perlu memahami karakteristik dan risiko setiap aset.
“Aset tertokenisasi menjadi tren positif yang membuka akses lebih luas bagi investor ritel terhadap instrumen investasi yang sebelumnya sulit dijangkau,” kata Andy.
Editor: Hasiholan Siahaan