Sektor Pariwisata Didorong Kurangi Sampah dan Konsumsi Energi
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Upaya mengurangi dampak lingkungan di sektor pariwisata dilakukan melalui pengelolaan limbah, penghematan energi, dan pemanfaatan air daur ulang. Praktik tersebut menjadi bagian dari operasional The Ritz-Carlton, Bali, yang baru menerima sertifikasi Green Key sebagai pengakuan internasional bagi pelaku industri pariwisata yang menerapkan standar keberlanjutan lingkungan.
"Sertifikasi Green Key dikelola oleh Foundation for Environmental Education (FEE), organisasi yang mengembangkan program pendidikan dan sertifikasi lingkungan," kata General Manager The Ritz-Carlton, Bali, Go Kondo, dalam keterangan, Jumat (30/10/2026).
Menurut dia, keberlanjutan merupakan proses berkelanjutan yang membutuhkan evaluasi dan penyempurnaan dalam pengambilan keputusan, termasuk dalam penggunaan sumber daya dan dukungan terhadap masyarakat setempat.
"Langkah tersebut penting agar upaya pelestarian lingkungan tidak berhenti pada penerapan kebijakan, tetapi juga menghasilkan manfaat yang dapat diukur bagi lingkungan dan masyarakat di sekitar destinasi wisata," ucapnya.
Ia menjelaskan, dalam kegiatan operasionalnya, resor menerapkan pemilahan sampah berdasarkan kategori untuk mendukung penanganan limbah secara lebih bertanggung jawab. Limbah taman juga diolah menjadi kompos yang dimanfaatkan kembali sebagai pupuk tanaman.
"Pengurangan plastik sekali pakai dan penggunaan kertas juga dilakukan untuk menekan jumlah material yang berpotensi menjadi sampah. Untuk penghematan energi juga diterapkan guna mengurangi konsumsi listrik di lingkungan resor," ujarnya.
Sementara itu, lanjutnya, pengelolaan air, memanfaatkan air daur ulang untuk menyiram taman dan area lanskap sehingga kebutuhan air untuk pemeliharaan ruang hijau dapat ditekan.
"Selain itu, pngelolaan sisa makanan juga menjadi perhatian. Makanan berlebih yang masih layak dikonsumsi disalurkan kepada yayasan sosial agar dapat dimanfaatkan, sekaligus mengurangi jumlah makanan yang terbuang," Imbuhnya.
Ia menerangkan, pengelolaan sumber daya, penggunaan produk dari pemasok lokal menjadi bagian dari upaya mendukung perekonomian masyarakat sekitar.
"Langkah ini dapat memperkuat keterlibatan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok industri pariwisata," tegasnya.
Editor: Elva Setyaningrum