Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Hadapi Ancaman Puso, Pemkab Tangerang Siapkan 8,9 Ton Benih untuk Petani
Advertisement . Scroll to see content

Kekeringan Landa 667 Hektare Sawah, Petani Tangerang Merugi ‎

Jum'at, 30 Oktober 2026 | 17:12 WIB
  • author Elva
Kekeringan Landa 667 Hektare Sawah, Petani Tangerang Merugi ‎
Ilustrasi sawah di. Kabupaten Tangerang alami kekeringan.

TANGERANG, iNewsTangsel.id -Kekeringan akibat kemarau panjang menekan sektor pertanian di Kabupaten Tangerang, Banten. Sebanyak 667,05 hektare lahan persawahan mengalami kekeringan parah sehingga produksi padi gagal dan petani merugi.

‎Dampak tersebut dirasakan petani di Kecamatan Pakuhaji. Salah satunya Ahmad yang mengaku mengalami penurunan hasil panen hingga separuh dibandingkan tahun sebelumnya akibat kekeringan, serangan hama, dan burung. Jika pada musim panen sebelumnya mampu menghasilkan sekitar dua ton gabah, tahun ini hasil yang diperolehnya hanya sekitar satu ton.

‎“Kerja keras saya tidak dapat dinikmati karena sawah padi saya gagal panen. Kerugian saya besar dan bingung bagaimana menafkahi keluarga saya,” ujar Ahmad, Jumat (30/10/2026).

‎Dia mengatakan, biaya produksi untuk mengolah satu petak sawah mencapai sekitar Rp1,68 juta. Biaya tersebut meliputi pembelian bibit, pengolahan lahan, pupuk, obat hama, dan kebutuhan pertanian lainnya. Padahal, harga jual gabah yang diterima petani belum sebanding dengan biaya produksi.

‎"Harga gabah basah sekitar Rp75 ribu per kuintal dan gabah kering Rp80 ribu per kuintal. Sementara itu, harga beras di pasaran mencapai Rp1,5 juta per kuintal. ‎Kondisi tersebut membuat keuntungan kami semakin tertekan. Bahkan, sebagian petani mulai mempertimbangkan menjual sawah karena usaha pertanian dinilai semakin sulit memberikan hasil yang memadai," ungkapnya.

‎Ahmad khawatir, jika kondisi ini terus berlangsung, lahan persawahan di Kecamatan Pakuhaji akan semakin menyusut. Dia berharap pemerintah memberikan bantuan dan solusi, terutama untuk mengatasi kekeringan serta membantu petani yang mengalami gagal panen.

‎Secara terpisah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Ujang Sudiartono mengatakan, kekeringan telah berdampak pada lahan pertanian di 17 kecamatan dan 53 desa.

‎Berdasarkan pemantauan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Provinsi Banten, luas lahan pertanian yang terdampak mencapai 667,05 hektare.

‎"Sejumlah tanaman padi, termasuk varietas Inpari dan Ciherang, terancam mengalami puso,” kata Ujang.

Untuk mengurangi dampak kerugian petani, lanjut dia, pemerintah daerah menyiapkan bantuan benih padi bagi lahan yang mengalami gagal panen atau puso. Saat ini, ketersediaan benih di DPKP Kabupaten Tangerang diproyeksikan mencukupi kebutuhan penanaman kembali untuk lahan seluas 240 hektare, dengan total pasokan sekitar lima hingga enam ton.

‎“Saat ini yang baru tersedia di DPKP Kabupaten Tangerang untuk area seluas 240 hektare. Kekurangannya kita akan koordinasi dengan Provinsi dan Kementerian. Sehingga bantuan tersebut  dapat membantu petani kembali melakukan penanaman," ujarnya. 

Editor: Elva Setyaningrum

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut