Remember Fest 2026 Ajak Nostalgia dengan Layar Tancap dan Konser, Ada Dewa19 hingga Hindia
JAKARTA, iNewsTangsel.id - Remember Fest 2026 x Cube Concert resmi menghadirkan perpaduan antara konser musik spektakuler dan nostalgia film klasik bagi masyarakat. Festival musik ini dijadwalkan berlangsung di JiExpo Kemayoran Jakarta pada 7 hingga 8 November mendatang.
Deretan musisi papan atas lintas generasi dipastikan siap mengguncang panggung utama untuk memanjakan para penikmat musik tanah air. Nama-nama besar seperti Dewa 19, Jamrud, Tulus, hingga Mahalini akan menjadi magnet utama dalam perhelatan akbar tersebut.
Arsitek utama Remember Fest 2026, Clement, menyatakan bahwa festival ini mengusung gagasan unik untuk mempertemukan tiga elemen penting kehidupan masyarakat. Konsep tersebut merangkum elemen film, musik, dan budaya pop dalam satu ruang pertemuan yang cair dan terbuka bagi semua kalangan.
"Konsep kami kali ini akan mempertemukan para penonton dalam ruang 3 Elemen: Film, Musik, dan Budaya Pop dalam suasana yang cair dan terbuka," ujar Clement dalam keterangannya di Jakarta, baru-baru ini
Clement menambahkan bahwa musik dan film terbukti memiliki kemampuan kuat dalam menyimpan berbagai kenangan emosional yang melekat pada hidup seseorang. Pihaknya berupaya menghadirkan kembali ragam cerita tersebut agar dapat dinikmati secara kolektif oleh para pengunjung yang hadir di lokasi.
"Kami akan mengumpulkan, menyusun, serta menghadirkan kembali cerita, suara, serta momen yang pernah membentuk perjalanan hidup pengunjung," jelas Clement.
Hari pertama penyelenggaraan pada Sabtu (7/11/2026) akan diisi oleh penampilan spesial dari Dewa 19 bersama Virzha dan Tyo Nugros. Penonton juga disuguhkan kolaborasi istimewa dari Ada Band serta perayaan dua dekade berkarya dari The Changcuters bersama El Rumi.
Keseruan berlanjut pada hari kedua, Minggu (8/11/2026), dengan menampilkan jajaran musisi populer seperti Hindia, Sal Priadi, dan Juicy Luicy. Kurator Talent Remember Fest x Cube Concert, Ahmad Fauzan, menyebutkan bahwa nostalgia sengaja dipilih sebagai pintu masuk untuk memberikan pengalaman mendalam.
"Selain mengenang masa lalu, festival ini mengajak pengunjung menemukan inspirasi baru dan membuat kenangan baru," tutup Ahmad Fauzan.
Selain hiburan musik, festival ini turut memutar film klasik legendaris menggunakan layar tancap berukuran 10 x 4 meter. Pengunjung dapat bernostalgia melalui pemutaran film Biang Kerok karya Benyamin S hingga film Sebuah Pengorbanan menggunakan pita seluloid asli.
Editor: Vitrianda Hilba Siregar