Kebakaran Lahan Kosong Depan Balai Kota Tangsel Padam, Damkar Temukan Puing Diduga Dibuang OTK
CIPUTAT, iNewsTangsel – Kebakaran yang melanda lahan kosong tepat di depan Balai Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (2/11/2026), akhirnya berhasil dipadamkan petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tangsel setelah berjibaku selama berjam-jam.
Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 15.00 WIB tersebut sempat memicu kepulan asap tebal hingga menyelimuti permukiman warga dan Kompleks Kantor Wali Kota Tangsel. Bahkan, asap masih terlihat hingga pukul 17.36 WIB.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Tangsel, Omay Komarudin, mengatakan pihaknya mengerahkan delapan unit armada pemadam kebakaran untuk menangani peristiwa tersebut.
Sebanyak 20 personel awalnya diterjunkan ke lokasi. Namun, karena proses pemadaman membutuhkan penanganan lebih lanjut, jumlah personel kemudian ditambah menjadi 40 orang.
"Armada delapan yang diterjunkan dan personel ditambah hingga 40 personel, sebelumnya 20 personel. Kami menduga puing-puing tersebut dibuang oleh orang tidak dikenal (OTK) yang tidak bertanggung jawab," ujar Omay saat dikonfirmasi iNewsTangsel, Selasa (3/11/2026).
Selain melakukan pemadaman, petugas juga menemukan material berupa puing-puing yang dibuang di lahan kosong tersebut. Material itu diduga dibuang oleh pihak tidak bertanggung jawab.
Keberadaan puing-puing tersebut menjadi perhatian karena lahan kosong itu berada tepat di depan pusat pemerintahan Kota Tangsel.
Omay memastikan kebakaran akhirnya berhasil ditangani setelah petugas melakukan upaya pemadaman hingga malam hari.
"Alhamdulillah, akhirnya api dan kepulan asap berhasil dipadamkan. Petugas berjibaku memadamkan api dan kepulan asap hingga pukul 23.30 WIB," jelasnya.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian lantaran kebakaran di lahan kosong itu disebut bukan kali pertama terjadi. Kondisi lahan yang masih dipenuhi berbagai material buangan pun dinilai membutuhkan penanganan serius.
Warga berharap Pemerintah Kota Tangsel melalui dinas terkait segera melakukan pembersihan dan penataan lahan tersebut. Selain itu, pihak yang diduga membuang puing-puing secara sembarangan juga diharapkan dapat ditelusuri.
Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang, terlebih lokasi lahan berada di kawasan strategis yang berdekatan dengan permukiman warga dan kompleks perkantoran pemerintahan.
Editor: Doni Marhendro