Kisah menarik Ray Sahetapy Dari Main Film Teater, Memutuskan Mualaf Hingga Perjuangan Melawan Kanker

Thomas Manggala
Kepergian Ray Sahetapy untuk selamanya begitu meninggalkan kesan duka mendalam, ini beberapa fakta atau pengalaman menarik selama hidupnya

JAKARTA, iNewsTangsel.id-Aktor senior tanah air Ray Sahetapy meninggal dunia pada Selasa, 1 April 2025 pukul 21.04 WIB dalam usia 68 tahun.

Kepergian untuk selamanya ini begitu meninggalkan luka yang mendalam bagi industri hiburan Indonesia yang telah ia warnai selama lebih dari empat dekade.

Ray Sahetapy dikenal luas bukan hanya karena kemampuannya membawakan karakter dengan sangat kuat, tetapi juga karena dedikasinya yang tinggi terhadap seni peran.

Dia bukan sekadar sosok di layar kaca dan film layar lebar, tetapi juga seorang seniman yang tulus menghidupi panggung teater dan perfilman Indonesia.

Hal ini merupakan beberapa fakta menarik mengenai perjalanan hidup dan karier Ray Sahetapy yang layak dikenang dirangkum dari berbagai sumber,

1. Karier Luar Biasa sebagai Aktor
Ray mulai mencuri perhatian publik sejak debutnya dalam film Gadis pada awal 1980-an, garapan sutradara Nya Abbas Akup. Dalam film tersebut, ia beradu akting dengan Dewi Yull, yang kemudian menjadi istri pertamanya. 

Film ini membuka jalan bagi Ray untuk membintangi berbagai judul film populer seperti Kabut Ungu di Bibir Pantai, Dukun Ilmu Hitam, dan Darah dan Mahkota serta muncul dalam sekuel film Captain America. 

Sejak saat itu namanya semakin melejit dan ia terus menorehkan prestasi di dunia seni peran. Ray beberapa kali masuk nominasi Festival Film Indonesia (FFI), termasuk lewat film Noesa Penida (1988), yang membawanya masuk dalam nominasi Aktor Terbaik di FFI 1989. 

Dia juga dinominasikan berkat perannya dalam film Ponirah Terpidana (1984), Secangkir Kopi Pahit (1985), Kerikil-Kerikil Tajam (1985), Opera Jakarta (1986), Tatkala Mimpi Berakhir (1988), dan Jangan Bilang Siapa-Siapa (1990).

Bahkan, Ray sempat mencicipi dunia perfilman Hollywood dengan tampil dalam Captain America: Civil War (2016), sebuah pencapaian yang menunjukkan kualitasnya sebagai aktor kelas dunia. Penampilan yang konsisten dan penuh karakter menjadikan dia aktor langganan film-film dengan cerita yang kuat.

2. Latar belakang ilmu seni yang kuat
 

Pada tahun 1977, mantan suami Dewi Yull itu memilih untuk menekuni dunia seni secara serius dengan menempuh pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ). Di sana, ia aktif dalam kegiatan teater dan seni pertunjukan lainnya. Kampus tersebut menjadi wadah penting dalam membentuk karakter seninya yang mendalam serta memperluas kemampuannya di berbagai bidang seni peran.

3. Berpindah keyakinan memeluk agama Islam

Pada tahun 1992, Ray memutuskan untuk memeluk agama Islam. Keputusan spiritual ini ia ambil dengan penuh kesadaran dan menjadi bagian dari transformasi penting dalam hidupnya.

Meskipun perjalanannya tak selalu mudah, termasuk menghadapi perceraian dengan Dewi Yull pada tahun 2004, Ray tetap teguh dalam keyakinannya dan menjalani hidup sebagai muslim dengan penuh ketulusan. 

4. Gaya Berpenampilan yang Elegan dan Penuh 

Karakter Di luar dunia akting, Ray dikenal sebagai pribadi yang sangat memperhatikan penampilan. Ia memiliki gaya berpakaian yang khas dan modern, mencerminkan kepribadiannya yang berkelas dan berkarakter.

Menurutnya, busana yang tepat bukan hanya soal estetika, tetapi juga mencerminkan sikap dan nilai diri seseorang.

5. ⁠Perjuangan Panjang Melawan Stroke

Bintang film The Raid itu mulai mengalami gangguan kesehatan sejak didiagnosis menderita stroke pada pertengahan tahun 2023. Meski sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah menjalani terapi intensif, kondisinya kembali menurun menjelang akhir 2024. Jenazah Ray saat ini masih disemayamkan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Rencananya pemakaman akan dilaksanakan pada Jumat (4/4/2025) di TPU Tanah Kusir, Jakarta setelah disalatkan di Masjid Istiqlal.

Seperti diberitakan sebelumnya, aktor senior Ray Sahetapy meninggal dunia pada Selasa (1/4/2025) malam. Kabar duka ini disampaikan oleh putranya, Surya Sahetapy, melalui akun Instagram pribadinya.

Aktor senior yang memiliki nama lengkap Ferenc Raymon Sahetapy, lahir di Donggala, Sulawesi Tengah, pada 1 Januari 1957.  Ray Sahetapy sempat mengalami stroke pada tahun 2023 dan menjalani masa pemulihan sebelum akhirnya berpulang. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai penyebab kematiannya.

Editor : Hasiholan Siahaan

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network