JAKARTA, iNewsTangsel.id - Viral di media sosial (medsos) tarian pemanggil THR atau tarian THR pada Lebaran 2025. Banyak sekali masyarakat yang menirukan gerakan tarian pemanggil THR ini. Mereka berjoget melompat maju dan mundur ke belakang, disertai dengan gerakan kaki yang serempak.
Dalam beberapa video yang beredar di media sosial, tampak tarian ini dimulai dengan gerakan kaki ke kanan dan ke kiri. Kemudian diikuti lompatan kecil maju dan mundur ke belakang.
Namun, tarian THR atau tarian pemanggil THR ini disebut sangat mirip sekali dengan tarian Hora. Tarian Hora merupakan budaya bangsa Yahudi. Gerakannya pun hampir sama persis.
Dalam sebuah event, bangsa Yahudi akan menari, layaknya tarian THR yang viral di media sosial. Tarian THR ini pun menuai kotroversi.
Perdebatan
Karena tarian Hora ini identik dengan bangsa Yahudi, tarian THR atau tarian pemanggil THR yang viral belakangan ini pun menuai perdebatan.
Tak sedikit juga yang mengajak umat muslim untuk berhati-hati dalam meniru sesuatu. Sebab, sejumlah warganet menilai, bahwa penjajahan aqidah bisa dimulai lewat pergeseran budaya.
Contoh yang tak pernah diajarkan oleh Rasulullah, diminta untuk tidak dilanjutkan.
Sebab, sebagaimana hadits yang disampaikan Rasulullah; "Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka" (HR Abu Daud dan Ahmad).
Karenanya, umat muslim diimbau untuk bisa lebih selektif dalam mengikuti tren. Jangan sampai tren yang ada itu justru bertentangan dengan nilai-nilai Islam dan budaya kita.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait