TEHERAN, iNewsTangsel.id — Dunia berada di ambang kiamat ekonomi dan energi setelah Iran secara resmi mengumumkan penutupan total Selat Hormuz, Minggu (1/3/2026). Langkah drastis ini diambil sebagai bentuk balas dendam pamungkas menyusul tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Teheran mengeluarkan dekret militer yang mengharamkan kapal apa pun—baik kapal tanker minyak maupun kapal kargo komersial—untuk melewati jalur air paling krusial di dunia tersebut. Ancaman ini tidak main-main; Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) telah menyiagakan ribuan ranjau laut, baterai rudal pesisir, dan kawanan drone bunuh diri di sepanjang pesisir selat.
Urat Nadi Dunia Terputus
Penutupan Selat Hormuz secara otomatis memutus urat nadi pasokan minyak global. Jalur sempit ini merupakan pintu keluar utama bagi jutaan barel minyak mentah dari Arab Saudi, Kuwait, UEA, dan Irak menuju pasar internasional.
"Kami telah memperingatkan bahwa jika keamanan kami diganggu, maka tidak akan ada seorang pun yang bisa menikmati keamanan di kawasan ini. Selat Hormuz kini resmi berada di bawah blokade penuh hingga perintah lebih lanjut," tegas pernyataan militer Iran melalui stasiun televisi pemerintah.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
