Iran Mencekam! KBRI Tehran Rilis Imbauan Darurat untuk WNI

Aries
KBRI Tehran secara resmi telah merilis imbauan darurat kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI). (Foto: ist)

JAKARTA, iNewstangsel - KBRI Tehran secara resmi telah merilis imbauan darurat kepada seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) menyusul terjadinya serangan udara bersenjata di beberapa kota besar di Iran. Pemerintah meminta para WNI untuk tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan tingkat tinggi serta selalu mematuhi aturan keamanan setempat.

Serangan udara yang terjadi pada Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 09.45 waktu setempat ini dilaporkan telah menghantam beberapa titik strategis di wilayah tersebut. Operasi militer ini merupakan serangan kedua yang diperintahkan Presiden AS Donald Trump setelah ketegangan pertama yang meletus pada Juni 2025 silam.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengonfirmasi bahwa pihak kedutaan terus memantau situasi di lapangan secara real-time dari Jakarta. “KBRI Tehran telah memastikan terjadi serangan bersenjata melalui udara di beberapa kota,” ungkap Yvonne melalui pernyataan tertulis resminya, Minggu (1/3/2026).

Saat ini, pihak KBRI tengah memfokuskan komunikasi intensif dengan seluruh komunitas Indonesia dan telah menerbitkan edaran berisi panduan langkah konkret keselamatan. Kemlu RI juga menegaskan komitmennya untuk terus mencermati dinamika keamanan guna mengambil tindakan perlindungan yang lebih jauh jika diperlukan.

Penilaian menyeluruh terhadap situasi keamanan terus dilakukan demi memastikan tidak ada satu pun warga kita yang terjebak dalam zona bahaya. “Kita akan terus melakukan penilaian menyeluruh terhadap situasi keamanan dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan keselamatan WNI,” tegas Yvonne.

Bagi WNI yang berada dalam kondisi terdesak, KBRI Tehran telah menyediakan layanan hotline darurat di nomor +98 9914668845 atau +98 902 466 8889. Selain itu, masyarakat juga dapat menghubungi Direktorat Pelindungan WNI di Jakarta melalui nomor darurat +62 812-9007-0027 untuk bantuan lebih lanjut.

Presiden Trump berdalih bahwa operasi militer berskala besar ini dilakukan untuk melumpuhkan ancaman pengembangan senjata nuklir yang diklaim berasal dari pihak Iran. Serangan mendadak yang melibatkan kekuatan militer Israel dan Amerika Serikat ini pun langsung memicu kecaman keras dari berbagai pemimpin dunia.

Padahal, sebelum ledakan terjadi, kedua negara sempat menjalani tiga putaran perundingan nuklir secara tidak langsung yang dimediasi oleh pihak Oman di Jenewa. Kini, harapan akan perdamaian melalui jalur diplomasi tampak berada di ujung tanduk seiring dengan eskalasi militer yang kian tidak terkendali di Timur Tengah.

Editor : Aris

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network