Wina Armada menambahkan, yang dinilai FFWI adalah film yang sudah tayang di bioskop seluruh Indonesia, termasuk yang ditayangkan pada kanal streaming, dan sudah mendapatkan Surat Tanda Lusus Sensor (STLS).
"Jadi di FFWI tidak ada film yang ada di pasaran yang tidak dinilai. Dan tidak ada film yang dinilai jika belum diedarkan di bioskop dan OTT," pungkas Wina Armada merujuk pada OTT adalah "over-the-top," yang merupakan layanan streaming film yang mengirimkan konten langsung ke pemirsa melalui internet, melewati layanan penyedia kabel atau satelit.
Sebagai informasi,FFWI 2025 akan diluncurkan secara resmi pada 27 Mei 2025 secara luring di Jakarta, dan pada tanggal 30 Mei 2025 disiarkan secara daring melalui berbagai kanal media sosial. Pada Peluncuran juga akan dilaksanakan penandatangan antara FFWI 2025 dan LSF.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait