Saat ia berusaha keras dengan intonasi yang benar, Derby berbisik di sampingnya. Bisikan Derby tersebut, yang digambarkan Sarah Sechan menggunakan intonasi Sunda, sontak mengacaukan konsentrasinya. Hal ini tentu bertolak belakang dengan keseriusan dialek Batak yang harus ia sampaikan.
“Dia entar bisik-bisik. Kita sudah siap acting. Action. (Derby bisik-bisik). Astaga, buyar semuanya,” kata Sarah mengenang kejadian tersebut.
Kalimat yang seharusnya diucapkan dengan logat Batak pun sering kali berubah menjadi logat Sunda karena ulah Derby.“Aku tuh pengin dapat Piala Citra ya. Kalau digangguin kayak gini susah lho,” ujar Sarah sambil berkelakar.
Selain itu, Derby juga sering menakut-nakuti dengan cerita hantu dan kisah jorok di lokasi syuting yang dianggap keramat. Meskipun demikian, Sarah Sechan menunjukkan sikap humorisnya. "Aku kalau bisa, kalau diajak main film lagi (dengan Derby), mau, tapi jangan satu scene," selorohnya, menandakan dinamika yang unik antara keduanya.
Editor : Hasiholan Siahaan
Artikel Terkait
